SULTRAKINI.COM: Pertumbuhan penduduk di Pulau Jawa makin hari makin meningkat, hal ini dinilai menjadi ancaman bagi berkembangnya kegiatan terorisme. Pasalnya, pelaku teror kerap menyasar permukiman padat penduduk.
Kapolri: Pulau Jawa dalam Ancaman Perang Kota
Tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggeledahan di kediaman salah seorang terduga teroris (Foto: ANTARA FOTO)

"Di Jawa ada 140 juta penduduk, saat ini merupakan hutan belantara manusia dan ini adalah sangat ideal untuk urban warfare, perang kota," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam orasi ilmiah di STIK-PTIK, Kamis, 26 Oktober 2017.

Tito mengakui, Kepolisian cukup dibuat kerepotan untuk mendeteksi aksi terorisme. Dengan gaya para pelaku teror yang kerap memilih wilayah padat atau perkotaan untuk berbaur, membuat mereka sangat sulit dideteksi.

Karena itu, terkadang petugas mengalami kendala dalam melakukan penindakan terhadap pelaku teror. Karena perlu kehati-hatian dalam mendeteksi dan membedakan mereka yang sudah berbaur dengan masyarakat.

"Kami tidak bisa membedakan mana yang teroris, mana yang bukan," ujarnya menambahkan.

Di Indonesia secara keseluruhan saat ini total ada hampir seribu orang dalam proses deradikalisasi terorisme. Sebanyak 266 orang di dalam lapas, dan sebanyak 733 orang di luar lapas. Untuk kategori penindakan, sebanyak 174 kasus terorisme telah divonis, sementara 48 di antaranya meninggal dunia saat diamankan.


Sumber: viva.co.id

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations