Karnaval Tenun Adat Pemikat Perhatian HUT Sultra

ADVETORIAL
SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Pembukaan perayaan Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara yang ke-52 di Kolaka, Sabtu (23/4/2016), berhasil menyedot ribuan pengunjung dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Tenggara. Yang menjadi daya tarik tersendiri adalah karnaval tenun adat. Peserta tampil dahsyat lewat \”racikan\” ide kreatif masing-masing tanpa meninggalkan nilai budaya daerah mereka.Para peserta mengenakan pakaian kreasi mereka dengan berbagai bentuk dan corak. Semua berbahan dasar kain tenun khas daerah masing-masing. Simpel, unik dan berkarakter sesuai daerah asal, membuat para peserta begitu menawan berjalan ditengah keramaian pengunjung. Ini adalah kesempatan yang luar biasa, baik itu buat para peserta, sebab bisa menonjolkan kekhasan daerah asal dan juga bagi pengunjung yang mendapat pengetahuan tambahan suatu daerah lewat karnaval ini.\”Sangat luar biasa. Kita bisa mengetahui pakaian adat, corak tenun dan segala sesuatu daerah itu lewat peserta karnavalnya. Ada edukasi dalam perayaan ini. Kita bukan hanya melihat kecantikan para model yang telah di dandani. Tetapi lebih kepada arti budaya suatu daerah. Hal seperti inilah yang semestinya dikembangkan. Tidak meninggalkan nilai-nilai budaya yang ada,\” kata Harti, salah satu pengunjung yang memadati jalur karnaval.Memang, penampilan dari berbagai daerah sangat bervariasi dan inovatif. Contohnya salah satu kabupaten dari kepulauan sebagai peserta, parade mereka menggunakan kuda sebagai tunggangan layaknya kebesaran pasukan tempur daerah itu dimasa lampau. Ada juga parade ala India lengkap dengan pemujaan salah satu dewa mereka. Penampilan daerah lain dengan karakter masing-masing melengkapi warna warni karnawal perayaan HALO SULTRA di Kota Kolaka.Bupati Kolaka, Ahmad Safei sebagai tuan rumah merasa bangga dengan para peserta karnaval. Sebab keanekaragaman peserta menandakan kalau memang Nusantara ini luas dan tetap satu.\”Nilai Pancasila dan undang-undang dasar tentang suku bahasa di Indonesia bisa kita lihat di karnaval ini. Artinya kendati kita beda secara kesukuan dan agama tapi tetap bersatu dalam NKRI. Karnaval ini hanya sebuah gambaran kecil ke bhinika tunggal ika di Indonesia. Saya bangga dengan para peserta dan paniti. Terima kasih telah bekerja keras,\” katanya.Menambahkan kecerian karnaval ini juga tidak lepas dari rute yang dilewati peserta. Melewati tepi pantai dan pusat kuliner Kolaka menjadi cerita tersendiri dalam bagian karnaval. Pesona Kolaka kian nampak. Penikmat wisata begitu ceria melihat hal ini.\”Saya dari luar pulau Sulawesi dan karnaval ini menjadi nilai tambah kunjungan saya. Saya adalah penikmat wisata budaya nusantara. Saya takjub,\” kata Rio dengan singkat.Karnaval tenun adat ini salah satu dari sejumlah rangkaian acara HALO SULTRA di Kota Kolaka. Acara yang dipresiksi juga menyedot ribuan pengunjung adaalh lomba mancing dan festival kuliner nusantara. Sekedar informasi kegiatan HALO SULTRA digelar hari ini tanggal 23 hingga tanggal 27 April di Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.