Karyawan PT. Wika Bitumen Terancam Dirumahkan

SULTRAKINI.COM: BUTON – Sejumlah karyawan PT. Wijaya Karya Bitumen (Wika Bitumen) di Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, terancam dirumahkan. Penyebabnya adalah permintaan kebutuhan Aspal yang semakin menurun.Manager Operasional PT. Wika Bitumen, Sunardi, mengakui kemungkinan itu akan terjadi meski baru sekedar wacana. Sebab kata dia, menurunnya permintaan aspal sejak awal tahun ini (2016) berdampak pada nasib karyawan.\”Itu baru wacana karyawan bakal dirumahkan, tapi tidak menutup kemungkinan itu terjadi, karena kondisi perusahaan saat ini tidak ada penjualan, kalaupun ada kecil-kecilan saja, kata kasarnya ketengen gitu loh,\” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (4/3/2016).Menurut dia, menurunnya permintaan aspal saat ini disebabkan harga pasaran minyak dunia yang menurun karena harga berpatokan pada hal itu. Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jelas Sunardi, harga minyak aspal cukup tinggi. Sehingga berpengaruh pada penjualan aspal.\”Sekarang pasar minyak dunia kan lagi menurun, sementara orang berpatokan kesitu, dan sekarang dengan turunnya bahan bakar berpengaruh pada penjualan aspal kita,\” jelasnya.Namun demikian, lanjut Sunardi, pihaknya terus berupaya mencari pembeli agar penjualan aspal bisa terus berjalan. Sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang mungkin terjadi terhadap nasib karyawan.\”Kita saat ini terus berupaya mencari investor atau pembeli, dan kemarin juga sudah ada yang kita dapatkan tiga investor diantaranya negara Cina, dan sudah tandatangani kontrak, pembelian pertama itu sebanyak 6000 ton,\” ungkapnya.Ditambahkan, walau kondisi perusahaan belum stabil, kurang lebih 162 karyawan PT. Wika Bitumen masih terus bekerja, meskipun hanya sebatas pembenahan saja.\”Mereka sekarang tetap kerja, tapi hanya pembenahan-pembenahan saja, tapi gajinya tetap sama tidak dikurangi sedikitpun, dan seandainya sewaktu-waktu kita ada pembeli, kita tinggal langsung eksen gito loh. Istilahnya ini warning, kalo seandainya nanti terjadi karyawan ini dirumahkan, mereka sudah tidak kaget lagi,\” tandasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.