Kasihan, Bayi Ini Dikarungi Bersama Ari-arinya Lalu Dibuang

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sebuah kejadian memilukan terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Seorang bayi yang baru saja lahir ditemukan terbungkus dalam sebuah karung gabah lengkap dengan ari-arinya di tepi jalan, lorong masuk pasar, Desa Sambeani, Kecamatan Abuki.

Penemuan yang menggegerkan warga itu, terjadi Senin (1/10/2018) sekira pukul 09.00 Wita. Ketika itu, warga bernama Minggu (39) dari pasar hendak ke rumah kebunnya.

Saat melintas, dia mendengar suara tangisan bayi begitu keras. Karena penasaran, ia pun mengecek asal suara itu. Matanya kemudian tertuju pada sebuah karung gabah di dalam semak-semak.

Alangkah kagetnya Minggu saat melihat isi karung yang ternyata berisi seorang bayi. Saat ditemukan, ari-ari sang bayi bahkan turut serta terbungkus dalam karung.

Minggu pun segera memanggil saudaranya yang bernama Ali. Oleh mereka berdua, bayi lelaki itu kemudian dibawa pulang dan selanjutnya diantar ke puskesmas untuk dapat pertolongan.

Kapolsek Abuki, Iptu Andi Musakir yang mendapati informasi tersebut segera mengirim anggotanya ke lokasi penemuan bayi. Polisi melakukan olah TKP untuk mencari jejak orang tua sang bayi.

“Si bayi saat ini sudah kami bawa ke rumah sakit kabupaten. Alhamdulillah kondisinya sehat,” ujarnya.

Andi memprediksi, bayi tersebut lahir pada pada waktu dini hari. Lalu dibuang oleh pelaku yang diduga orangtuanya sekira waktu subuh.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Kalau tertangkap nanti, pelaku akan diganjar Pasal 305 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” jelasnya.

Aksi tega bayi dibuang juga baru-baru ini terjadi di Lorong Jambu, Jalan Martandu, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu (23/9) lalu. Bayi perempuan tersebut ditemukan lengkap dengan ari-arinya oleh warga. Bedanya, bayi yang diperkirakan baru lahir 2 jam sebelumnya itu, dibalut dengan kain sarung dan terbungkus kantong plastik abu-abu.

(Baca: Tega, Bayi Baru Lahir Dibuang OTK Di Bawah Pohon Rambutan)

Laporan: Mas Jaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.