Kasus DBD Buton Meningkat Drastis, 1 Meninggal Dunia

SULTRAKINI.COM: BUTON – Sebanyak 13 warga Kabupaten Buton yang berasal dari Kecamatan Kapontori dan Pasarwajo, terserang demam berdarah. Satu orang diantranya meninggal dunia, yakni warga Saragi Kecamatan Pasarwajo.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Sumardin mengatakan, kedua kecamatan yang terserang DBD ini kemungkinan disebabkan karena berdekatan dengan daerah endemis seperti Kota Baubau.\”Penyebabnya mungkin yang pertama itu karena kedua daerah itu bertetangga dengan wilayah yang endemis seperti Kota Baubau,\” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(22/2/2016).Jika dibandingkan dengan kasus DBD tahun 2015 yang hanya satu kasus, kali ini meningkat drastis. Menurut Sumardin, hal itu disebabkan virus yang cukup ganas dibandingkan tahun lalu. Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pencegahan dini dengan cara menguras, menimbun dan menutup khususnya tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk.\”Jangan lupa juga pakai kelambu dan obat nyamuk oles, karena kalo penyemprotan itu sebenarnya hanya membunuh nyamuk. Tapi bukan jentik-jentiknya,\” himbaunya.Selain penyuluhan dan sosialisasi, pihaknya juga melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, lurah/kepala desa, karang taruna, dan organisasi sampai ke tingkat anak sekolah, melakukan pencegahan dan pemberantasan DBD. Sehingga ada perasaan saling menjaga satu sama lain.\”Karena kan dengan keterlibatan semua elemen masyarakat, akan menimbulkan spirit yang kuat dan rasa perduli terhadap kesehatannya masing-masing,\” tandasnya.(C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.