Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Belum Ada Kejelasan, Mahasiswa IAIN Kendari Segel Pintu Rektorat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari kembali berunjuk rasa menuntut pihak institusi segera mengambil tindakan untuk memberhentikan oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi, Senin (23/11/2020). Unjuk rasa di depan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan depan Gedung Rektorat IAIN Kendari ini, belum juga membawakan hasil kejelasan dari pihak rektor perihal kasus itu.

Unjuk rasa sejak pagi tersebut untuk meminta kejelasan dugaan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen IAIN Kendari berinisial AA terhadap sejumlah mahasiswi. Bahlan, aksi masih berlanjut hingga kini, pukul 15.00 Wita.

Tidak hanya organisasi mahasiswa yang turun berunjuk rasa. Sejumlah korban ikut dalam barisan aksi meminta kejelasan kasus yang dinilai tidak bermoral itu.

Sejumlah ban mobil bekas turut menghiasi orasi mahasiswa yang berkoar-koar di dalam lingkungan kampus.

Ketua Sema IAIN Kendari, Saraman,  mengungkapkan aksi mereka untuk menuntut oknum dosen segera ditindak tegas.

“Hari ini kami turun untuk menuntut oknum dosen yang melakukan pelecehan agar segera dipecat secara tidak hormat. Selain itu kami menuntut agar dekan fakultas tarbiyah agar turun dari jabatannya karena tidak mampu menuntaskan kasus yang menimpa teman kawan mahasiswi yang di lecehkan oleh oknum dosen,” ucap Sarman.

Ia menambahkan, pihak Fakultas Tarbiyah dinilai lamban menangani kasus pelecehan tersebut dengan alasan mengumpulkan sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya.

“Pihak fakultas sendiri mengatakan bahwa sampai hari ini mereka masih mengumpulkan bukti-bukti dari mahasiswi itu sendiri, di sini kita semacam dipermainkan dari pihak terkait,” tambahnya.

Bahkan, masa aksi meminta pihak FTIK dalam hal ini dekan melakukan perjanjikan jangka waktu kejelasan kasus itu. Dalam isi satu lembar pernyataan itu memuat, jika waktu yang ditentukan sebagaimana tertulis dalam pernyataan tidak ada kejelasan kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum AA itu, Dekan FTIK, Masdin mengundurkan diri dari jabatannya.

Berikut isi pernyataan yang ditandatangani Dekan FTIK IAIN Kendari, Masdin secara tertulis di atas materai 6000, sekaligus dibacakan di hadapan mahasisiwa.

“Benar-benar akan menyelesaikan dengan secepatnya dengan dikawal oleh pengurus lembaga kemahasiswaan (Sema&Dema).

Dalam waktu 18 November-17 Desember 2020. Jika tidak akan mengundurkan diri sebagai dekan FTIK.

Unjuk rasa mahasiswa IAIN Kendari menuntut kejelasan dugaan kasus pelecehan seksual oknum dosen, Senin (23/11/2020). (Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)

Dekan FTIK IAIN Kendari, Masdin menjelaskan pihaknya akan bertanggung jawab dan mengawal dugaan kasus pelecehan seksual itu. oknum dosen ini juga kata dia, sudah ditemui. Termasuk membentuk dewan kode etik sebagaimana permintaan mahasiswa.

Ketika ditanya terkait adakah pengakuan dari oknum melakukan transaksi komunikasi dengan para korban, Masdin mengaku tidak tahu.

Ia juga menerangkan, bukti yang didapatkan pihaknya hingga kini adalah laporan dari pihak mahasiswa.

“Kita belum bisa menyampaikan hal-hal yang spesifik, baru pada bahwa mereka sudah memberikan laporan dan kami akan mencari bukti-bukti

Wakil Dekan 3 FTIK IAIN Kendari, Abbas, mengaku pihak kampus sedang mengumpulkan bukti-bukti. Selain itu, enam orang mahasiswi dari total sekitar 20 orang mahasiswi dikonfirmasi pihaknya. Oknum dosen juga telah dibebas tugaskan.

“Tim kode etik yang melakukan konfirmasi untuk melakukan BAP. Kalau ada yang belum di BAP kasih kami jika buktinya kuat kami akan pecat, berikan kami bukti yang kuat,” ucapnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.