Kasus Sopir Taksi Online Tewas Saat Antar Penumpang

SULTRAKINI.COM: Satu lagi kasus pembunuhan sopir taksi online masuk di meja kepolisian. Sofyan (43), sopir taksi online asal Palembang dikabarkan dibunuh oleh empat pelaku. Satu pelaku di antaranya telah diringkus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan pada Senin, 12 November 2018.

Istri Sofyan, Fitriani (32) selaku pelapor kasus itu awalnya mendapatkan pesan dari suaminya untuk memantau suaminya itu saat mengantar penumpang misterius. Benar saja, firasat buruk Fitriani tentang suaminya benar terjadi. Polisi mengabarkan pada Senin (12/11) bahwa Sofyan menjadi korban perampokan dan pembunuhan.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, menerangkan satu pelaku pembunuhan Sofyan diringkus aparatnya. Sementara tiga lainnya masih buron. Identitas pelaku masih dirahasiakan kepolisian untuk keperluan pengembangan kasus.

Polisi juga memastikan korban telah tewas dibunuh dari hasil interogasi pelaku. Namun pelaku lupa di mana jenazah korban. Pastinya pelaku membuang jenazah Sofyan yang telah terbujur kaku di kawasan Kota Sekayu, Kabupaten Musi Bayuwasin, Sumatera Selatan.

“Korbannya sudah tewas. Pelakunya lupa di mana jenazahnya. Petugas masih menyusuri di mana lokasi dibuangknya, pengakuannya di sekitar jalan kawasan Sekayu,” terang Zulkarnain.

Sofyan merupakan sosok ayah yang dekat dengan empat anaknya. Kedekatan itu terlihat ketika dia menyempatkan diri bermain bersama anak-anaknya usai pulang dari bekerja. Begitu juga saat libur kerja, dia sering mengajak anak-anaknya jalan-jalan.

Terkait hilangnya Sofyan, sang istri telah memasukan laporannya ke aparat kepolisian pada Selasa (30/10/2018). Tanda-tanda terakhir seputar keberadaan korban diketahui dia mendapatkan pesanan taksi online dari Jalan 5 KM menuju KFC Bandara SMB II. Hingga malam hari korban belum juga pulang. Posisi GPS ponsel korban terakhir terlacak oleh rekan sesama pengemudi taksi online di Kawasan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kasus pembunuhan dengan korban sopir taksi online sebelumnya dikabarkan terjadi di Kota Tangerang, Banten. Korbannya berinisial JST yang dikabarkan hilang pada 5 November lalu. Jenazah korban ditemukan mengambang dengan tangan dan kaki terikat tali tambang di Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (7 November) lalu.

Pada korban ditemukan batu pemberat yang diikatkan di tangan dan kaki pria yang awalnya belum diketahui identitasnya itu. Jenazah korban teridentifikasi setelah pihak keluarga mendatangi Kantor Polsek Pasar Kemis dan menguatkan identitas korban lewat foto wajah dan pakaian terakhir yang dikenakan JST ketika pergi bekerja.

Dari data yang terekam di aplikasi, JST belum menurunkan penumpang atau drop off. Karena tak kunjung pulang pada Senin malam, anak korban menghubungi call center tempat ayahnya bekerja. Namun pihak perusahaan tidak bisa memberikan informasi terkait korban hingga akhirnya dikabarkan adanya penemuan jenazah oleh pihak Polsek Pasar Kemis.

Dari berbagai sumber

Laporan:Wa Ode Rahmah Maulidya Wuna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.