SULTRAKINI.COM: MUNA - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Wuna Raha yang mengatasnamakan gerakan 818, melakukan aksi demonstrasi terkait tata kelola dan transparasi keuangan di kampus tersebut.

Kebijakan STIP Wuna Raha Disinyalir Merugikan, Mahasiswa Demo
Demonstran mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Wuna Raha yang tergabung dalam gerakan 818. (Foto: La Ode Alim/SULTRAKINI.COM)

Demonstran yang terdiri dari gabungan lembaga kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan ini menganggap kebijakan kampus berdampak merugikan bagi mahasiswa.

"Dalam tuntutan mahasiswa yang ditujukan kepada pihak kampus STIP, berupa pertanggungjawaban dana Kuliah Kerja Lapangan dan penempatannya harus sesuai dengan ilmu di masyarakat bukan di kampus yang buat taman; menolak kartu mahasiswa per semeter dan berikan kartu mahasiswa berlaku sampai selesai; menolak kenaikan biaya proposal dan ujian akhir yang memberatkan mahasiswa' evaluasi kinerja dosen yang merugikan mahasiswa; dana organisasi kemahasiswaan tidak boleh dihilangkan; berikan jas almater terhadap mahasiswa baru," terang Koordinator Lapangan Gerakan 818, Oskar Kokahita kepada SultraKini.Com, Selasa (9/1/2018).

Sementara itu, Ketua STIP Wuna Raha, La Ode Hidayat mengatakan pihaknya akan menyediakan forum guna meremukkan bersama persoalan tersebut.

"Kedepannya kita harus menyediakan forum untuk membicarakan masalah ini, sehingga tidak berlarut-larut dan semua pihak yang bisa menjelaskan ini kita hadirkan. Harapannya, mahasiswa bisa tahu kebijakan kampus dan transparansi peruntukannya," jelas Hidayat.

Aksi 818 itu berlangsung sejak pagi hingga siang tadi. Selama aksi juga mendapat pengawalan ketat sekitar belasan aparat kepolisian.


Laporan: La Ode Alim

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations