Kecewa, Pedagang Pasar Laino Hambur Jualan di Kantor DPRD Muna

SULTRAKINI.COM: MUNA – Puluhan pedagan Pasar Laino Raha yang menjadi Korban kebakaran, mengadakan aksi dengan menghamburkan barang dagangan di depan kantor DPRD Muna, Kamis (2 Juli 2020).

Pedagang menghabur barang dagangannya di depan kantor DPRD, berupa sayur mayur dan pakaian, sebagai bentuk kekecewaan pedagang yang sudah datang ketiga kalinya kepada DPRD dalam menyelesaikan persoalan pedagang Pasar Laino.

Para Demonstran menuntut penyelesaian pembagian los kios atau lapak pasar yang dijanjikan Bupati Muna LM Rusman Emba secara adil dan transparan dalam pengawasan DPRD sebagai wakil rakyat.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Laino, Abdul Rahman, mengatakan proses verifikasi dalam memperoleh lapak pasar, perwakilan pedagang tidak dilibatkan. 

“Sesuai janji Bupati Muna LM Rusman Emba, perwakilan pedagang pasar korban kebakaran dan aliansi akan dilibatkan dalam tim verifikasi, namun kenyataannya tidak pernah dilibatkan dan tidak diberitahukan. Makanya kita datang di gedung DPRD ini untuk yang ketiga kalinya meminta DPRD bersama dengan rakyatnya pedagang,” kata Rahman saat ditemuai dalam aksi di kantor DPRD Muna, Kamis (2/7/2020).

Akibat tidak dilibatkannya perwakilan pedagang, kata Rahman, akhirnya banyak pedagang yang tidak dapat los yang diduga diperjual belikan.

“Banyak pedagang yang sudah lama sebagai pedagang tapi tidak mendapatkan los, sementara kewajiban retribusi terus dibayar. Ada juga persoalan los yang diperjual belikan, oleh onum dengan besaran 25 juta perlos, sebanyak 36 los,” ujarnya.

Dia menuturkan, pedagang yang belum mendapatkan los, ada sekita 300 pedagang, ini dikarenakan banyak yang mengambil los, tapi bukan pedagang dan ada juga pedagang pasar yang memiliki lebih dari satu los.

Id Bulog

Dia mencontohkan, misalnya, kepala pasar memiliki dua los yang dijebol. Sebelum mengambil kunci, tidak boleh merubah los yang ada, namun kepala pasar menjebol dua los menjadi satu.

“Kami menginginkan hak kami, los pasar harus diberikan kepada pedagang korban kebakaran dan yang bukan pedagang, harus dikeluarkan serta pedagang yang mendapat lebih dari satu agar ditertibkan, harus mendapat satu saja,” tegasnya.

Dia menginginkan, agar pembagian los dibagi dengan sistem cabut lot.

“Kami menginginkan, yang mendapat los dengan sistem lot, dari 220 los yang dibagikan kepada pedagang, tidak dilot dan separuh sudah diperjual belikan,” ucapnya.

Safrudin pedagang sendal dan sepatu korban kebakaran pasar Laino bagian timur, mengatakan pembagian los pasar tidak adil.

“Kami berharap kepada DPRD dan Pemda Muna, agar bisa memperjuangkan nasib masyarakat pedagang, untuk cabut lot, agar adil dan sesuai mekanisme,” tuturnya.

Usai menyampaikan, tuntutannya, para pedagang meninggalkan kantor DPRD Muna dengan tidak melakukan pertemuan. (B)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Habiruddin Daen
g

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.