Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Kelompok Perempuan di Lambuya Sukses Kembangkan Program Kebun Desa

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Praktik pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Lambuya, sepertinya patut diacungi jempol. Salah satu programnya bernama “Kebun Desa” telah sukses memberdayakan sejumlah kelompok perempuan sembilan desa di kecamatan tersebut.

Marwanto, Staf Kecamatan Lambuya saat ditemui di stan pameran Konawe Expo 2018 mengungkapkan, sembilan desa di Kecamatan Lambuya saat ini sedang menggalakan program “Kabun Desa”. Program-program tersebut, sepenuhnya dikerjakan
oleh kelompok perempuan yang ada di masing-masing desa.

Menurutnya, dalam program tersebut para kelompok perempuan mengerjakan usaha
pembibitan. Bibit yang ditanam, mulai dari tanaman jangka panjang hingga tanaman jangka pendek, seperti sayur-mayur.

“Untuk tanaman jangka panjang yang dibibit itu mulai dari Kakao, Durian, Lada, Mangga, Cengkeh, dan Pinang. Sementara jangka pendek itu, Kacang Panjang, Terong, dan Cabai,” ujarnya saat ditemui, Senin (5/3/2018).

Menariknya, bibit tanaman yang dihasilkan oleh program “Kabun Desa” itu adalah tanaman organik. Kelompok perempuan yang mengelola program tersebut juga membuat pupuknya sendiri.

“Jadi pupuknya mereka buat sendiri dari sampah basah, seperti kulit kakao, jerami, dan
juga kotoran hewan. Jadi tanamannya betul-betul organik,” jelasnya.

Bibit yang sudah jadi akan langsung dijual. Karena ini merupakan program desa, penjualannya pun dilakukan oleh BUMDes setempat. Badan usaha itulah yang mencari pasaran untuk produk bibit tersebut.

Beberapa bibit tanaman jangka panjang, penjualannya bahkan telah merambah lintas
provinsi. Misalnya, empat desa di antaranya telah menjual bibit tanaman jangka panjang hingga ke Makassar.

“Desa Amberi, Tetembomoa, Waworaha dan Watarema ini sudah mengirim bibit Kakao,
Cengkeh, dan Lada ke Makassar. Jadi pasarannya bukan lagi lintas kabupaten, tapi provinsi,” pungkasnya.

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.