Keluhan Petani Sebatas Gerbang Kantor Gubernur Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Meski hari tani nasional pada 14 September lalu, namun aksi Aliansi Tani Sultra Bersatu (ATSB) tetap berlangsung haru dari para demonstran, Rabu (26/9/2017). Isak tangis para petani yang ikut beraksi, mewarnai keluh kesah mereka tatkala aspirasi hanya berlangsung di depan gerbang kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

Sambil memegang spanduk bertuliskan keluhan mereka, langkah demonstran terhenti di depan aparat keamanan polisi pamong praja dan kepolisian. Padahal, kedatangan mereka untuk berbicara damai dengan pejabat tinggi atau perwakilan dari pemangku kebijakan.

Satu suara para demonstran ingin menyampaikan keluhan dan tuntutan tentang reforma agraria sejati yang berkeadilan gender dan penyelesaian konflik agraria di Sultra. Termasuk menghentikan proyek infrastruktur yang menggusur serta merampas sumber penghidupan petani dan nelayan di Sultra.

“Para petani ini jauh-jauh datang untuk memperjuangkan kehidupannya, karena mereka ini merupakan korban penyerobotan lahan dari masuknya perusahaan perkebunan dan tambang yang menjadi kebijakan pemerintah, tapi harus dihadang seperti ini, gedung yang megah dan pakaian yang mereka gunakan itu bersumber dari rakyat,” lantang Koordinator Aksi, Torop Rudendi, Rabu (27/9/2017).

yamaha

Tak berlangsung lama, Kepala Biro Umum Pemprov Sultra, Beangga Harianto keluar menemui demonstran. Niat baiknya dikatakan dihadapan massa aksi untuk membicarakan tuntutan dan keluhan dibalik aksi tersebut. Namun, massa menolaknya dengan alasan dialog tidak elok jika dilakukan di luar gedung. Sempat terdengar dari perkataannya, bahwa sejumlah pejabat tinggi pemprov sedang berada di luar kota.

“Kalau mereka mau dialog mengeluarkan unek-uneknya akan kami sampaikan sama pimpinan, apa yang menjadi keluhannya tapi tidak mau berdialog,” kata Beangga.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.