Kematian Naas Anak Mantan Kadis PK Konut masih Diselidiki, Benarkah Ada Dendam?

SULTRAKINI.COM: KONAWE UTARA – Wawan warga Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara masih ditahan di Mapolsek Lasolo. guna dimintai keterangan lebih lanjut. Dia ditahan atas kematian naas Andrian Saputra anak bungsu dari almarhum Ameruddin mantan Kadis PK Konut di lokasi tambang pada 14 Januari 2020.

Kematian tragis Adrian alis Toi menjadi pertanyaan besar bagi keluarga dan kerabat korban, apakah murni kelalaian mereka berdua, ataukah SOP PT DAS dan Surveyor Carsurin, atau latar belakang dendam.

Ningsi saudari ibu korban mengaku kemenakannya itu tidak saling kenal dengan Wawan selaku operator ekskavator, sehingga dugaan dendam antara keduanya itu tidak ada.

“Informasi yang saya dapat dari keluarga, mereka tidak saling mengenal. Apalagi mereka beda perusahaan, yang menjadi pertanyakan keluarga seperti apa SOP kedua perusahaan itu. Harusnya operator eksavator itu ada helper-nya yang melihat situasi di sekitar eksavator,” terang Ningsi kepada Sultrakini.com, Selasa (21/01/2020).

(Baca: Putra Bungsu Mantan Kadis PK Konut, Tewas Mengenaskan Dihantam Ekskavator)

Sementara itu, Kapolsek Lasolo, IPDA Reginald, menerangkan kejadiaan naas tersebut murni kelalaian di antara mereka. Namun, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi atas kasus tersebut.

“Kalau dugaan dendam tidak ada, ini murni kelalaian. Untuk sementara pelaku kita amankan di Polsek Lasolo,” ucap Reginald.

Dikabarnya sebelumnya, Andrian Saputra meninggal akibat terkena ekskavator di lokasi tambang nikel di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe pada Selasa (14/1) lalu sekitar pukul 08.00 Wita.

Almarhum yang bekerja di PT Carsurin-saat itu mengambil sampel ore di dalam tongkang di dekat ekskavator. Sementara Wawan selaku operator ekskavator sedang bekerja merapikan ore nikel yang berada di dalam tongkang.

PT Cinta Jaya (pemilik IUP) sedang melakukan pengisian tongkang, sedang PT Damai Abadi Samudera (DAS) selaku salah satu kontraktor tempat Wawan bekerja.

Ketika itu Wawan sedang bekerja. Tak lama berselang, nampak ceceran darah sehingga operator meminta master loading yang ada di depan landor tonggang untuk mengecek. Alhasil, Andrian ditemukan meninggal mengenaskan. Sedangkan operator ekskavator bergegas mengamankan diri ke Mapolsek Lasolo.

Laporan: Arifin Lapotende
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.