Kenapa Tidur bisa Ngorok?

SULTRAKINI.COM: Mungkin selama ini kamu belum tahu bahwa mendengkur atau ngorok bisa menjadi tanda-tanda penyakit serius. Salah satunya adalah apnea tidur, yaitu gangguan tidur yang bisa membuat kamu berhenti bernapas selama beberapa detik hingga dua menit saat terlelap. Hal tersebut membuat kadar oksigen dalam darah menurun sehingga kamu akan merasa kelelahan dan sakit kepala esok harinya.

Saat kamu ngorok, berarti terjadi getaran pada langit-langit mulut, jaringan lunak pada mulut, hidung, atau tenggorokan. Saat aliran udara masuk ke jaringan di tenggorokan dan mengalami hambatan, pada saat itulah terjadi getaran yang menimbulkan suara. Uniknya, setengah dari orang dewasa pernah atau rutin mengalami ngorok.

Suara ngorok yang tercipta juga berbeda-beda, tergantung asal getaran tersebut. Jika yang bergetar adalah jaringan lunak yang berada di belakang hidung, akan menghasilkan dengkuran halus. Namun bila yang bergetar adalah langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan, akan menghasilkan dengkur yang lebih keras. Ngorok disebabkan oleh beberapa penyakit, misalnya obesitas, penyakit jantung, darah tinggi, stroke atau kelainan pada hidung dan tenggorokan. Terutama pada anak-anak, mendengkur bisa disebabkan oleh amandel yang membesar.

Alasan Mengapa Orang Tidur Ngorok

Lanjut usia
Penuaan dianggap salah satu faktor mendengkur karena otot tenggorokan dan lidah yang cenderung lebih rileks. Ini juga mengapa terjadi getaran saat bernapas yang menyebabkan mendengkur.

Masalah pada hidung dan tenggorokan
Penyakit fisik pada hidung dan tenggorokan dapat menyebabkan mendengkur. Misalnya, polip hidung (pertumbuhan lunak yang melapisi bagian dalam sinus) dan amandel yang membesar atau adenoid. Menderita alergi musiman atau demam dingin juga menyebabkan ngorok.

Gaya tidur
Seringkali pada waktu tidur terlentang posisi lidah terjatuh kebelakang sehingga menutup saluran nafas atas. Akibatnya, terjadi getaran dari jaringan lunak sekitar saluran napas tersebut, karena tubuh kita berusaha tetap mendapat oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida secara optimal.

Penggunaan alkohol
Banyak orang beranggapan mengonsumi alkohol akan membuatnya tidur nyenyak. Nyatanya, alkohol membuat tidur lebih terganggu. Alkohol adalah pelemas otot yang kuat sehingga dapat membuat kamu mendengkur saat tidur.

Berat badan berlebihan
Terlalu banyak beban atau berat badan berlebih dapat berrisiko masalah kesehatan dan salah satunya, mendengkur. Kelebihan berat badan menyebabkan tonus otot yang buruk dan meningkatkan jaringan di sekitar leher dan tenggorokan.

Cara Mencegah dan Menghentikan Kebiasaan Ngorok

Untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan penyebab ngorok, kamu harus segera menanggulangi kebiasaan buruk ini. Cobalah lakukan langkah–langkah mudah dalam mencegah ngorok.

Ubah Posisi Tidur
Posisi tidur ternyata menentukan apakah kamu mendengkur atau tidak. Menurut sebuah penelitian, tidur telentang menyebabkan kamu mendengkur. Hal itu terjadi karena tidur dengan bertumpu pada punggung membuat pangkal lidah dan langit-langit lunak pada mulut menutupi dinding tenggorokan sehingga menyebabkan getaran suara saat tidur. Untuk mengantisipasinya, cobalah tidur dengan posisi menyamping.

Jika kamu sudah terbiasa tidur telentang, coba taruh bola tenis atau apa pun di kasur yang bisa membuat punggung terasa tidak nyaman ketika dibaringkan. Otomatis, ketidaknyamanan itu bisa membiasakanmu tidur menyamping.

Tidur Cukup
Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur buruk memicu mendengkur. Contohnya, kamu terlalu sibuk bekerja hingga lupa meluangkan waktu cukup untuk tidur. Ketika kamu sudah mencapai titik kelelahan sangat parah, kondisi otot-otot menjadi tidak tegang sehingga membuatmu tidur mendengkur.

Hindari Minuman Keras dan Obat Tidur
Biasanya orang yang belum pernah mendengkur akan segera mendengkur setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Menurut penelitian, minum miras empat hingga lima jam sebelum tidur bisa membuat dengkuran semakin parah.
Minum obat tidur juga perlu dihindari. Memang obat ini bisa membuat kamu terlelap dengan cepat, namun obat tidur bisa membuat otot-otot pada leher menjadi lebih rileks sehingga membuat dengkuranmu makin parah.

Banyak Minum Air Putih
Ketika mengalami dehidrasi, proses pelepasan lendir di hidung dan langit-langit lunak menjadi lengket. Hal itu bisa mendorong kamu mendengkur. Oleh karena itu, perbanyaklah minum air. Bagi wanita, idealnya minum air putih sekitar 11 gelas sehari, sementara pria sebanyak 16 gelas.

Cuci Hidung Dengan Air Garam
Dengkuran yang disebabkan oleh hidung tersumbat bisa ditangani dengan membuka saluran rongga hidung agar tetap terbuka, sehingga melancarkan pernapasan.

Jika rongga hidung tersumbat akibat flu atau hal lainnya, aliran udara yang masuk bisa berubah menjadi dengkuran. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencuci hidung dengan larutan air garam, layaknya menangani sinusitis secara alami di rumah. Atau mandi air hangat sebelum tidur.

Turunkan Berat Badan
Menurunkan berat badan menjadi cara mengatasi dengkur. Hal ini tidak diberlakukan untuk semua orang karena ada sebagian orang bertubuh kurus juga sering mendengkur. Cara ini bisa dilakukan jika kamu mulai mendengkur ketika terjadi pertambahan berat badan. Lemak pada bagian leher menyebabkan kamu mendengkur.

Jangan Merokok
Merokok mengakibatkan hidung dan paru-paru tersumbat. Kondisi tersebut bisa memicu mendengkur. Hentikan kebiasaan merokok sekarang juga agar terbebas dari dengkur dan bahaya lainnya akibat rokok.

Jaga Kebersihan Kamar Tidur
Alergi bisa memicu mendengkur. Untuk meminimalkan hal itu, jaga selalu kebersihan kamar tidur. Bersihkan seluruh perabotan kamar, seperti tempat tidur, bantal, seprai, dan tirai agar terhindar dari tungau atau kutu.

Sumber: aladokter.com dan suara.com
Laporan: Saswita

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.