Kendari Sisa Satu Kecamatan Zona Hijau dan Dua Kecamatan Tanpa Kasus Covid-19

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kota Kendari adalah satu dari total 17 wilayah di Sulawesi Tenggara. Ibu kota provinsi ini menjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19. Juga merupakan wilayah terbanyak jumlah positif corona.

Luas Kota Kendari sekitar 29 ribu hektare atau 0,7 persen luas daratan Provinsi Sultra. Wilayah ini memiliki sebaran Covid-19 terbanyak di Sultra. Tercatat hingga Selasa, 21 April 2020 pukul 09.00 Wita, Kendari memiliki 17 orang positif corona masih dirawat, empat orang sembuh, dan dua orang meninggal (terkonfirmasi 23 orang).

Kendari yang memiliki sebelas kecamatan itu nyaris semua wilayahnya berzona merah. Tinggal satu kecamatan zona hijau dan dua kecamatan tidak memiliki kasus Covid-19.

Semua kasus positif corona ini tersebar di Kecamatan Baruga empat orang, Wuawua empat orang, Poasia tiga orang, Puuwatu dua orang, dan masing-masing satu orang di Kecamatan Kambu, Kadia, Kendari Barat, dan Kecamatan Mandonga.

Data Satgas Covid-19 Kota Kendari terkait sebaran kasus Covid-19 per 20 April 2020 pukul 17.00 Wita. (Foto: potongan gambar konferensi video Satgas Covid-19 Kota Kendari)

Satgas Covid-19 Kota Kendari tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat tetap di rumah saja. Jikalau ingin keluar-harus untuk keperluan mendesak. Namun nyatanya, masih banyak masyarakat beraktivitas di luar rumah. Berlalu-lalang sambil berkendara atau sekadar di depan rumah. Bahkan, sejumlah orang masih nampak tidak mengenakan masker di tempat-tempat umum atau berkendara.

Misalnya pantauan Sultrakini.com pada Selasa (21/4) pagi. Sejumlah pengendara motor masih dijumpai tidak mengenakan masker. Begitu juga di pasar dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Sodoha, Kendari. Baik pedagang dan pembeli masih dijumpai tidak memakai masker, meski Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir sebelumnya mengharuskan masyarakat menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah.

(Baca: Siap-siap Warga Kendari, Mulai 15 April Wali Kota Disiplinkan Penggunaan Masker)

(Baca: Wali Kota Kendari akan Tutup Toko yang Berani Masukan Pembeli Tak Bermasker, Ini Syarat Lainnya)

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kendari, dr. Alghazali juga sudah jauh hari mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Asimtomatik Karier atau sang pembawa virus corona. Namun, masyarakat seolah belum sepenuhnya mengantisipasi hal tersebut.

Padahal, virus bisa saja menempel di tangan atau pakaian yang dikenakan ketika beraktivitas di luar rumah dan ikut masuk dalam rumah. Sudahkah mencintai keluarga dan mewaspadai penularannya ke orang sekitar kita? Hal ini terus diingatkan Satgas Covid-19 Kota Kendari setiap kali konferensi video. Di rumah saja.

“Tak henti-hentinya mengajak bapak-ibu yang ada di rumah untuk selalu mematuhi, mengindahkan, mendengarkan, dan melakukan apa yang diimbau bapak wali kota Kendari untuk di rumah saja, dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika sekiranya tidak ada yang penting. Mari bersama-sama menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan selalu bersih, lingkungan keluarga kita, sering-sering mencuci tangan. Kita juga dianjurkan melakukan pola hidup sehat,” ucap dr. Alghazali, Senin (20/4/2020).

(Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Kendari: Warga Harus Waspadai Asimtomatik Karier, Siapa Mereka?)

(Baca juga: Sedih, Ramadan 2020 Tak bisa Beramai-ramai, Berikut Panduan Beribadahnya)

Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.