Kerennya Keris Pusaka Moyang Konawe Ini, Bisa Terapung dan Anti Kebal

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Pameran kebudayaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Kabupaten Konawe, banyak menampilkan hal unik dan menarik. Seperti ditampilkannya ragam keris pusaka peninggalan moyang orang Konawe yang memiliki berbagai kelebihan. Pusaka-pusaka tersebut dapat dijumpai di stand Kecamatan Abuki.Staf Kecamatan Abuki, Dermawan yang menjaga stand menungkapkan, beberapa keris pusaka yang ditampilkan antara lain, Keris Terapung, Keris Anti Kebal dan Keris yang dipercaya bisa meredam masalah. Keris Terapung menjadi pusaka yang banyak menarik perhatian. Bahkan sempat membuat Ketua DPRD Konawe penasaran dan ingin melihatnya langsung.Keris berukuran kecil tersebut merupakan milik Zainuddin warga Abuki. Pusaka yang punya gagang mirip dengan penis buaya, itu merupakan warisan turun temurun dari keluarga Zainuddin. Belum ditahu persis terbuat dari logam apa keris tersebut, sehingga bisa membuatnya terapung.Selanjutnya, keris yang dipercaya punya kekuatan magis untuk melukai orang kebal. Keris tersebut berasal dari Desa Arubia milik Lahiwi. Pusaka tersebut punya batu asah yang konon pernah dipakai untuk memenangkan peperangan antara Kerajaan Konawe dengan Kerajaan Bungku.Ketika akan maju perang semua senjata pasukan terlebih dulu diasah dengan batu lonjong yang ukuran besarnya seperti telur ayam kampung tersebut. Gunanya, yakni untuk bisa melukai pasukan lawan yang punya ilmu kebal. \”Jadi, salah satu pusaka peninggalan perang dahulu adalah keris ini,\” jelas Dermawan sambil menunjukannya.Keris lainnya yang tak kalah menarik adalah keris pusaka asal Desa Sampeani. Pusaka milik Hasanuddin itu, dipercaya punya kekuatan untuk meredam masalah bagi penggunanya. Misalnya, ketika terjadi perseteruan dan pusaka tersebut dibawa ditengah konflik, maka amarah pihak yang tengah berseteru bisa redam. \”Selain ketiga keris itu, kami juga masih punya keris dengan sembilan leko (lekuk). Keris jenis ini yang juga banyak dicari kolektor. Pemilik keris ini adalah milik Kepala Desa Padangguni, Samad. Menurut keterangan pemilik, pusaka ini telah diwariskan turun temurun,\” tandasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.