Ketika Orang Awam Bicara Kepton

Oleh: Muhamad Asrul Salam
KNPI Kec. Murhum

Pulau buton,nama yang tidak asing lagi ditelinga, buton merupakan salah satu daerah yangterkenal dengan sejarahnya yang mendunia, buton terkenal dengan kebudayaanya,buton terkenal dengan benteng terluas di dunianya dan masih banyak lagi hal-halyang membuktikan bahwa buton adalah daerah yang terkenal bukan hanya lingkupnasional tetapi juga dalam tataran internasional.

Pulau Buton merupakan salahsatu bagian dari wilyah NKRI berada di jazirah tenggara yang tergabung dalamProvinsi Sulawesi Tenggara.Dalam perjalanannya Pulau Buton kemudian terbagimenjadi beberapa daerah otonom, 5 kabupaten 1 kota  yaitu: Kabupaten Buton sebagai KabupatenInduk, Kota Baubau, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten ButonSelatan, dan Kabupaten Buton Tengah. Untuk dua kabupaten terakhir Buton Tengahdan Buton Selatan adalah kabupaten yang belum lama ini memekarkan dirinya,pisah dari kabupaten induk, Kabupaten Buton tepatnya pada tanggal 24 Juni 2014melalui sidang paripurna DPR RI.

Masyarakat Butontentunya sangat menyambut dengan suka cita atas terbentuknya dua Daerah OtonomBaru(DOB), Buton Selatan dan Buton Tengah. Terlepas dari manfaat yang didapatdari pemekaran tersebut, mekarnya dua daerah tersebut membawa angin segar bagimasyarakat buton dikarenakan semakin terbukanya peluang untuk mewujudkancita-cita masyarkat Buton yang sudah lama yaitu terbentuknya Daerah OtonomBaru(DOB) menjadi sebuah provinsi. Provinsi Kepulauan Buton. Hal tersebutdiatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 5 ayat 5 TentangPemerintahan Daerah.

Diawali dengannama Provinsi Buton Raya kini telah disepakati nama Provinsi Buton Raya menjadiProvinsi Kepulauan Buton. Provinsi Kepulauan Buton inilah yang menjadi harapanbesar masyarakat Buton, menjadi impian kembalinya kejayaan Kepulauan Buton.Provinsi Kepulauan Buton telah dinanti-nantikan kehadirannya oleh masyrakatButon, kapankah kehadiran provinsi itu? Berbagai macam upaya tengah dilakukanpara pejuang pemekaran provinsi ini, berbagai macam tarik ulur, permasalahanadministrasi dan berbagai macam persoalan lain bermunculan dalam prosoesnya.Tak tanggung-tanggung berbagai macam kegiatan dialog sampai aksi demonstraiyang juga turut mewarnai proses terbentuknya provinsi harapan masyarakat Butonini, saya berharap bahwa semoga perjuangan ini, perjuangan kawan-kawanmembuahkan hasil untuk terwujudnya cita-cita kita bersama mengembalikankejayaan Buton dengan adanya Provinsi Kepulauan Buton.

Sekedarmerefleks kembali tepatnya pada hari Selasa, 15 September 2015 Dewan PerwakilanRakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (DPRD Prov. Sultra) telah melakukansidang paripurna terkait pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton). Dalamparipurna tersebut hanya 3 yang diparipurnakan oleh DPRD Sultra, yaknikeputusan menyetujui pemekaran Kepton sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB),persetujuan lokasi ibu kota, serta persetujuan cakupan wilayah yang terdiridari 5 Kabupaten dan 1 Ibu Kota, zonasultra.com. Dalam paripurna tersebut masihterdapat beberapa hal yang belum diparipurnakan oleh pihak DPRD Provinsi yangsetidaknya dapat mengahambat terbentuknya Provinsi Kepton. Hal tersebutberkaitan dengan kajian akademis perubahan nama dari Provinsi Buton Rayamenjadi Provinsi Kepulauan Buton, kemudian berkaitan pula dengan dana hibahyang harus segera ditetepakn DPRD Sultra dan eksekutif juga belum ada,zonasultara.com. 

Inilah yangkemudian memunculkan berbagi pertanyaan, wacana terkait pemekaran ini sudahbertahun-tahun lamamnya. Awalnya terganjal pada wilayah cakupan, belum memenuhipersyaratan untuk mekar karena Kabupaten Bombana dan Kabupaten Muna tidak siapuntuk bergabung, sekarang dengan lahirnya Kabupaten Buton Selatan dan KabupatenButon Tengah maka tidak ada masalah lagi terkait wilayah cakupan. Bertahun-tahunlamanya masih selalu terkendala dengan masalah klasik, administrasi, bahkansetelah paripurnapun masalah masih tetap ada, di Tahun 2017 ini apakah semuaadministrasi yang menjadi pengganjal sudah lengkap? Kalau sudah lengkap lantaskendalanya apa lagi? Inilah kiranya sebagian kecil pertanyaan orang awamterkait Kepton. Oh Provinsiku, Oh Keptonku, sungguh betapa berat perjuanganuntuk memisahkan diri, Mampukah engakau melawan, bertahan hingga sampai digaris finish? Ataukah mungkin harus berhenti sampai di sini? provinsiku sayang,provinsiku malang, masih lamakah kehidaranmu?

Penulismenyadari betapa awamnya pemahaman ini terkait pemekaran provinsi, dan tulisanini bukan tulisan analisis mendalam ataupun kajian mendalam terkait mengapasampai detik ini belum ada kabar pemekaran Kepton, inilah jeritan hati orangawam yang sangat mengharapkan kehadiran Kepton yang sudah lama sekalididengung-dengungkan, provinsi yang dinanti-nantikan masyarakat KepulauanButon, sampai kapankah penantian ini akan berhenti? Harus berapa tahun lagikahmasyarakat Buton terus menanti? Apakah persoalan mendasar dari semua ini?Terlalu banyak tarik ulur kepentingankah di dalamnya? Siapa yang akan jadipemimpinya, kepala dinas atau jabatan lain? Masih terlalu dini jika adapemikiran tentang itu, memang itu penting tetapi yang lebih penting untukdiurus adalah Provinsi Kepulauan Buton mekar terlebih dahulu. Setelah Provinsiresmi terbentuk, silahkan bertarunglah kalian memantaskan diri kalian untukmemimpin daerah ini. Olehnya itu sampai kapankah penantian ini akan berakhir?KEPTON yang sudah lama, sudah bertahun-tahun terwacana masih terganjal. Sampaikapan ini terganjal terus?

Sekali lagiinilah jeritan hati orang awam yang tidak terlalu paham akan seluk beluk yangterjadi sebenarnya terkait pemekaran, karena orang awampun merindukan hadirnyaKepton, hadirnya kejayaan masyarakat buton. “Mai taposangu talape-lape Lipu ta”. Tangkanpo.

Muhamad Asrul Salam

KNPI Kec. Murhum

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.