Iklan Clarion

Ketika Senyum Gembira Terpancar di Wajah Murid SLB Kusuma Bangsa Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Senyum kegembiraan dan kebahagiaan muncul di raut wajah peserta didik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa Kendari ketika mendapatkan santunan paket Ramadan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kendari.

Bantuan berupa paket Ramadan tersebut bila dikomersilkan dalam bentuk uang tidak seberapa nilainya. Tetapi, bagi 22 peserta didik SLB Kusuma Bangsa Kendari sangat berarti untuk kebutuhan sekolah dan hari-hari Ramadan mereka.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada BPJS ketenagakerjaan mau berbagi dengan kami di SLB Kusuma ini, tidak ada kata yang pantas kami ucapkan selain terimakasih,” ucap Kepala SLB Kusuma Bangsa Kendari, Ninis Sudarwati di pondok SLB yang cukup sederhana itu, Kamis (23/5/2019).

Paket Ramadan BPJS ketenagakerjaan berupa tas, sembako, dan bantuan kartu jaminan sosial bagi tenaga pengajar diserahkan langsung Kepala BPJS ketenagakerjaan, La Uno.

“Ini rejeki yang tidak terduga bagi kami di SLB, ini bantuan pertama bagi murid di sini di bulan Ramadan ini,” sambung Ninis.

Akses jalan menuju SLB Kusuma Bangsa Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Akses jalan menuju SLB Kusuma Bangsa Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Di balik bantuan tersebut, ada kisah yang perlu didorong oleh semua pihak juga pemerintah sendiri. SLB Kusuma Bangsa terpantau masih jauh dari sentuhan pemerintah di wilayah setempat maupun ibu kota. Utamanya, akses jalan menuju sekolah. Gedung sekolah yang tepat berdiri kokoh di kaki gunung yang jauh dari pusat keramaian dan akses jalan hanya sekadar tanah dan kerikil timbunan sangat sulit bagi siswa untuk mengaksesnya. Apalagi ketika di musim hujan. Terlebih memprihatinkan bagi anak berkebutuhan khusus seperti mereka.

Sekolah yang didirikan pada 2014 itu, beralamat di Jalan Jambu Mente, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Perlu uluran tangan pemerintah untuk bisa memudahkan jalur ke sekolah dengan aman dan nyaman bagi anak-anak generasi bangsa itu. Hal tersebut ternyata menjadi keluhan guru-guru di SLB termasuk kepala sekolah.

“Kendalanya kita ini hanya satu, masalah jalan. Apalagi kalau musim hujan, sangat sulit kalau mau dijemput anak-anak, akhirnya terpaksa mereka jalan, kita bisa liat sendiri tadi bagaimana perjuangan mereka bisa sampai di sini (sekolah),” cerita Ninis.

Bantuan dari BPJS ketenagakerjaan merupakan baru meskipun sudah menjadi program rutin setiap Ramadan. Tetapi di tahun-tahun sebelumnya program BPJS ketenagakerjaan hanya sekadar buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu. Kali ini pihaknya mencoba melakukan hal baru dengan cara seperti itu.

“Biasanya kami di bulan Ramadan buka puasa bareng anak yatim, karena saya teringat waktu itu ketika di undang oleh OJK, makanya kita coba ajak teman-teman dari BPJS untuk berbagi dengan anak-anak ini apa yang mereka butuhkan,” kata Kepala BPJS ketenagakerjaan.

Kedepanya, program ini tidak cukup sampai di sini saja. Tetapi bisa berlanjut di momen-momen lainnya.

Ia juga menilai setelah melihat langsung kondisi anak-anak di SLB, pemerintah memang harus perlu membuka mata karena masih banyak generasi anak bangsa memiliki motivasi untuk bisa maju dan berkembang, tetapi ada keterbatasan.

“Selama mereka ini (murid) belum bisa mandiri, kita akan selalu coba bantu sesuai dengan kemampuan kami yang ada,” tambahnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.