Ketua DPRD Nilai Buruknya Penataan Kota Penyebab DBD Meningkat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Razak, menilai penataan kota masih belum efektif menyelesaikan persoalan lingkungan. Akibatnya, masyarakat masih merasa tidak nyaman hidup di kota ini.Selain karena penataan yang masih amburadul oleh pemerintah, perilaku hidup masyarakat pun memberi pengaruh terhadap lingkungan. Inilah yang menyebabkan genangan dalam kota sehingga timbul persoalan lingkungan dan kesehatan.\”Memperbaiki lingkungan itu bukan hanya kebijakan pemerintah atau tokoh-tokoh. Tetapi kalau orang perorangan tidak bisa menjaganya sendiri, maka tidak akan baik jalannya, karena aktifitas rumah tangga itu berjalan terus-menerus,\” katanya saat ditemui, Rabu (20/4/2016).Penataan lingkungan yang tidak baik, menyebabkan genangan bahkan banjir sehingga timbul penyakit demam berdarah dengue (DBD). Apalagi saat musim hujan, penyebaran nyamuk pembawa DBD makin meningkat. Sehingga Kota Kendari meraih predikat penderita DBD terbanyak di Sultra.\”Secara umum kita harus berbenah diri tentang lingkungan. Tetapi yang menjadi perhatian adalah pada khususnya lingkungan perumahan yang benar-benar padat itu perlu diintervensi lebih jauh lagi,\” kata Abdul Razak.Dia berharap, pemerintah kota kedepannya menangani persoalan ini secara simultan dari berbagai sisi. Selain menata kota secara efektif, juga memberi pemahaman kepada masyarakata tentang memelihara lingkungan.Dengan tingginya angka penderita DBD di Kendari akibat penataan lingkungan yang buruk, akan menjadi bahan evaluasi DPRD dalam perencanaan berikutnya. Salah satunya melalui penganggaran.Razak mengakui, anggaran yang terbagi di instansi terkait masih belum cukup. Namun kata dia, dana yang ada sudah dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan ini. Terutama memberi pemahaman masyarakat, untuk mengoptimalkan penataan lingkungan rumah tangga.\”Saat ini yang dapat dilakukan oleh Pemda lebih terhadap tata kota secara umum, drainase, jalan-jalan lingkungan, dan terhadap rumah tangga itu sendiri. Bagaimana pembuangan air limbah mereka, itulah yang menjadi perhatian pemerintah saat ini,\” katanya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.