SUARA

Keyakinan Rusda-Sjafei Pakai Konsep 212 bisa Rebut Simpati Warga

SULTRAKINI.COM: MUNA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, nomor urut 3, Rusda Mahmud- LM. Sjafei Kahar melakukan kampanye dialogis di Kabupaten Muna, Selasa (27/2/2018).

Kampanye dikemas dengan tatap muka tersebut pertama digelar di Kecamatan Napabalano dan dihadir dari sejumlah partai politik (parpol) pengusung serta parpol pendukung. Datang juga masyarakat dari Kecamatan Towea dan Kecamatan Lasalepa.

Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Napabalano, Harmoko dalam orasi politiknya mengingatkan bahwa konstalasi politik di Sultra antara ketiga Cagub mulai memanas, namun hari ini jika melihat dan memahami Cagub dengan nomor urut 3 nampak adem dan memiliki tim pekerja secara militan.

Kecamatan Napabalano merupakan pintu gerbang Kabupaten Muna, dengan masyarakatnya yang mendukung anti politik uang serta tidak mudah dinilai dengan rupiah. Ha ini diyakininya, sangat berpotensi untuk memenangkan pasangan Cagub Rusda Mahmud-Sjafei Kahar di wilayah tersebut.

“Tidak perlu keluarkan uang yang banyak, kita butuh visi misi yang dapat direalisasikan, karena ini merupakan pembelajaran penting bagi masyarakat yang tidak boleh alergi dengan politik, olehnya itu mari kita menangkan Cagub Rusda Mahmud dan LM. Sjafei Kahar,” dihadapan ratusan masyarakat yang hadir, Selasa (27/2/2018).

Dikesempatan yang sama, Cagub Rusda Mahmud mengungkapkan tentunya semua masyarakat menginginkan Sultra lebih cepat di antaranya percepatan pembangunan yang berkeadilan dan sejahtera, peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan. Tentunya hal itu dapat terwujud dengan memilih pemimpin yang tepat.

Menurutnya, ada tiga golongan yang dapat mempercepat pembangunan di Sultra, yakni dari golongan pengusaha, petani, dan golongan kelautan.

yamaha

“Saya pilih berpasangan dengan LM. Sjafei Kahar karena beliau orang yang tepat dalam bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, dan kelautan. Sementara saya dengan background pengusaha, dimana salah satu hadist mengatakan berikan pekerjaan kepada ahlinya, maka tunggulah keberhasilannya kedepan,” kata Rusda Mahmud.

Dia mengaku, terdapat alasan masyarakat masih jauh dari kata sejahtera, yakni tujuh dasar hak manusia yang diabaikan selama ini seperti hak perlindungan, cerdas, sejahtera, pelayanan publik, fasilitas publik, sosial budaya, dan hak politik.

Olehnya itu, kata dia, ketujuh dasar yang disebutkannya akan diwujudkan apabila dirinya bersama pasangannya dipercayakan memimpin Sultra. Ada juga konsep 212, yakni 2 tahun kepemimpinan fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, kemudian 1 tahun kedepan atau masuk tahun ke 3 melakukan pelatihan kepada para pengusaha, petani dan kelautan agar menjadi profesional.

Serta di 2 tahun terakhir, untuk merealisasikan program bantuan, sebab Pemerintah pastinya sudah tidak ragu lagi untuk menggelontorkan dana bantuan kegiatan bagi para pelaku usaha, petani dan kelautan yang sudah profesional dibidang masing-masing.

Sebab berdasarkan pengalaman selama 10 tahun sebagai Bupati di Kabupaten Kolaka banyak jenis bantuan di tiga bulan awal gagal di kelola dengan baik dan tepat.

“Tidak ada kepastian di dunia ini yang pasti itu hanya kematian, karena Gubernur itu cuma jembatan bagaimana masyarakat bisa sejahtera. Orang berani dan konsisten itulah sportivitas, adapun visi misi ini karena melihat situasi di Sultra dari 17 kabupaten/kota hingga ke pelosok desa, 7 hak dasar masyarakat ini yang tidak pernah tersentuh,” tutupnya.

Untuk diketahui kampanye tatap muka bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Rusda Mahmud-LM. Sjafei Kahar dilanjutkan di Kecamatan Watoputi dan Kecamatan Barangka di Kabupaten Muna Barat.

 

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.