Khawatir "Lost Generation", Pramuka di Muna Tes Urin

SULTRAKINI.COM : MUNA – Sikap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muna untuk menyusuri penyebaran Narkoba di Muna semakin menggeliat, hal itu terlihat dengan gencarnya sosialisasi dan tes urin yang dilakukan pada instansi Pemerintah, swasta, TNI/Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Hakim, Lembaga Pendidikan, Organisasi Masyarakat dan Pemuda.

 

Guna meningkatkan peran serta lingkungan ormas yang bebas narkoba, BNN Kabupaten Muna mengajak organisasi
Pramuka untuk melakukan tes urin. Tes urin yang diselenggarakan di Kantor Kwarcab Muna, Minggu (5/6/2016), diikuti oleh pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Muna juga melibatkan calon peserta Jambore Nasional ke X tahun 2016 yang akan diikutkan di Cibubur pada bulan Agustus 2016 mendatang.

 

Kepala BNN Kabupaten Muna, La Hasariy menjelaskan bahwa potensi penggunaan narkoba yang kerap kita jumpai biasanya pada saat peringatan tahun baru, hari raya serta pada momen tertentu, banyak sekali yang mencoba menggunakannya.

 

La Hasariy mengatakan, pada pelaksanaan kegiatan kali ini, kami mengharapkan anak-anak muda setingkat SMP dan SMA bersih dari narkoba, karena narkoba musuh negara, musuhnya masyarakat dan musuh kita semua.

 

Ia mengingatkan, biaya yang dikeluarkan oleh pengguna narkoba itu sangat mahal, apalagi jika sudah bermasalah. Permasalahan yang terjadi bisa pada gangguan kesehatan, belum lagi jika rawat inap atau sampai rehabilitasi.

 

“Jadi ini gratis, tes narkobanya gratis dan jikalau nanti dalam tes ini ada yang positif, maka kami akan rehabilitasi dengan gratis juga. Jumlah pengguna narkoba yang sudah di rehab sejak Januari sampai dengan sekarang, mencapai 30 orang,\” kata Kepala BNN Kabupaten Muna.

 

Bayangkan, BNN sudah memberikan kemudahan-kemudahan, ini kalau tidak dimanfaatkan yang rugi masyarakat juga. Memang, di satu sisi kita tidak bisa juga menyalahkan masyarakat, namun tugas BNN memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya mereka bisa mencegah dan tidak mencoba menggunakan narkoba.

 

“Sebagai Kepala BNN Kabupaten Muna, saya menginginkan semua anak setingkat SMP maupun SMA sudah bisa memberi pencerahan akan bahaya narkoba karena narkoba ini adalah musuh Negara,” harap La Hasariy.

 

Saat ini Pengguna Narkoba di Sulawesi Tenggara pada tingkat pelajar dan mahasiswa, Kabupaten Muna mencapai 66 persen. “Ini sangat memprihatinkan, bahkan dapat menyebabkan lost generation (kehilangan generation),” ungkap La Hasariy.

 

La Hasariy juga menyampaikan, didalam melakukan penangkapan atau operasi, BNN tidak perlu konfirmasi kepada pengguna ataupun pengedar. “kalau konfirmasi dulu, si pengedar keburu kabur dan pengguna bersih-bersih duluan. Intinya, tidak ada tempat yang nyaman bagi pengguna dan pengedar narkoba, tindakan preventif tetap kami lakukan,” ujar La Hasariy menegaskan.

 

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Muna, Nurdin Pamone juga memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan BBN Kabupaten Muna saat ini. “Ini sangat perlu untuk dilakukan, mengingat anak-anak ini adalah harapan generasi kita kedepan, semoga mereka tidak terjerumus ke narkoba ataupun hal-hal lain yang dapat merugikan,” kata Nurdin Pamone.

 

Nurdin juga menegaskan bahwa jika ada pengurus yang terindikasi atas hasil pemeriksaan, harus di keluarkan dari pengurus.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.