Kiat Menulis Konten Wisata Ala Founder Kelantara Buat Para Milenial

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Founder Kelantara.id, Dedifadilah, berbagi pengalaman dan pengetahuan saat menjadi pembicara pada workshop penulisan konten wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Sultra bekerja sama dengan Lulopedia.TV di salah satu hotel di Kota Kendari pada Rabu, (9 Desember 2020). Banyak hal yang dibahas bersama peserta, khususnya mengabadikan destinasi wisata dalam sebuah karya tulis.

Menurut Dedi, ada beberapa kiat menjadi penulis wisata untuk menghasilkan tulisan yang baik, di antaranya punya motivasi dan perencanaan yang baik, memiliki keinginan untuk bepergian dan mencari pengalaman baik dalam lingkungan, suasana dan budaya baru, memiliki perspektif yang luas, serta sering membaca referensi dari majala atau blog orang lain.

“Dalam menulis wisata, jiwa harus ada dulu atau ke sana (tempat wisata) karena ketika berwisata itu harus punya imajinasi, sehingga seolah-olah apa yang kita tulis-pembaca bukan hanya sekadar membaca tulisan kita, tapi seolah juga ada di sana,” terang Dedi.

“Intinya harus punya perspektif luas, harus terbuka, tahu sejarahnya dan punya sudut pandang, sehingga bisa menghasilkan tulisan yang baik,” sambungnya.

Dedifadilah membawakan materi pada workshop penulisan konten wisata di Kota Kendari, Rabu (9/12/2020). (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Dedifadilah juga membagi cara atau tips menulis wisata kepada puluhan peserta milenial dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah tersebut. Cara menghasilkan tulisan yang baik. Secara garis besar, sebuah karya sebaiknya mempunyai tujuan yang baik, jelas bukan untuk pamer; menulis cerita dengan jelas dan detail; kekuatan utama ada pada paragraf pertama; menggunakan diksi yang menarik atau sedang viral; menentukan target pembaca; pelajari dasar fotografi (nilai plus), serta konsistensi menulis.

“Menjadi seorang penulis itu juga harus konsisten karena kalau tidak konsisten, misalnya sekali sebulan atau sekali setahun baru menulis pasti berpengaruh dengan tulisannya,” tambahnya.

Sementara kerangka penulisan yang baik, berisikan judul yang menarik sehingga orang tertarik untuk membaca, memiliki prolog, deskripsi, dan penutup.

“Kriteria judul artikel yang baik, memperkenalkan subyek tulisan dan membuat judul artikel yang klik banget, memancing rasa ingin tahu, berupa kejutan dan pertanyaan, menambahkan angka, memberikan unsur superlatif. Judul yang memberi petunjuk, judul yang melibatkan pembaca, judul dengan informasi spesifik,” ujarnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.