Kiat Syahrul Yasin Limpo di Sektor Pertanian hingga Target di 100 Hari Kerja

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Jabatan menteri pertanian kini sandang Syahrul Yasin Limpo. Mantan gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2018 ini merupakan satu dari tiga menteri dari Partai Nasdem. Syahrul menggantikan Andi Amran Sulaiman di posisi menteri pertanian.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan rasa bangganya melihat posisi menteri pertanian diisi oleh putra daerah Sulsel. Dia yakin Syahrul akan mampu membangun pertanian Indonesia menjadi berjaya.

Di masa pemerintahannya di Sulsel, Sahrul dapat menjadikan Sulsel sebagai penyangga pangan nasional. Pengalaman tersebut membawa pria kelahiran Makassar, 16 Maret 1955 itu terus berinovasi di bidang pertanian.

“Saya berterimakasih bahwa dari pengalaman saya lurah, camat, 25 tahun, jadi kepala daerah, jadi bupati, gubernur, atas kepentingan bangsa dan rakyat agar Jokowi sukses esok, kami harap agar kabinet kerja jadi positif ke depan,” ujar Syahrul di Kompleks Istana.

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pertanian, nama Syahrul Yasin Limpo telah lama dikenal sebagai sosok yang punya segudang pengalaman di pemerintahan daerah.

Awal karier sebagai PNS di Kabupaten Goa, pada 1994-2012 sebagai bupati Gowa dan pada 2003 diangkat menjadi wakil gubernur Sulawesi Selatan.

Syahrul mengawali kariernya di dunia politik sejak 1994 yang tercatat sebagai kader Golkar. Pada 2007, ia hijrah selama dua tahun di PDIP dan kembali ke Partai Golkar pada 2009 kemudian menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel. Syahrul ternyata pindah ke Partai Nasdem pada 2018.

Prestasi diperoleh Syahrul Yasin Limpo, khususnya di bidang pertanian selama menjabat sebagai pimpinan daerah dapat dilihat dari beberapa penghargaan yang diperolehnya.

Data yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi Sulsel, pada 2008 Syahrul memperoleh penghargaan Setya Lencana Pembangunan Pertanian atas prestasinya meningkatkan produksi padi di atas lima persen mendukung P2BN tahun 2007.

Pada 2008 juga SYL kembali memperoleh penghargaan Peningkatan Produksi Beras di atas 5 persen mendukung P2BN tahun 2008.

Pada 2009, Syahrul memperoleh penghargaan Agro Inovasi 2009 yang mendukung kerja sama penelitian, inovasi dan pengembangan pertanian.

Pada 2010, Syahrul memperoleh penghargaan peningkatan produksi beras di atas lima persen mendukung P2BN tahun 2009.

Pada 2011-2014, Syahrul memperoleh penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan dalam prestasinya mempelopori, meningkatkan, dan memberikan keteladanan untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan.

Menjabat mentan, Syahrul menargetkan merampungkan satu data pertanian dalam 100 hari kerjanya. Misalnya, data produksi, luas panen, dan data komoditas.

Untuk target di atas dirinya bakal berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik, pemda, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan, hingga lurah dan desa.

Sumber: Kompas.com&CNNIndonesia
Laporan: Murni Tia

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.