SULTRAKINI.COM: KENDARI - BRIPKA Putu Meyana, seorang anggota Polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Wuura, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendedikasikan dirinya menjadi abdi peduli pendidikan bagi anak-anak desa yang kurang mampu.

Kisah Bripka Putu Meyana, Gudang Disulap Jadi Tempat Kursus Bahasa Inggris
Bekas gudang penyimpanan padi yang kini menjadi tempat kursus bahasa inggris anak-anak kurang mampu di Desa Wuura, Kecamatan Mowila, Konsel. (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Bermodalkan keterampilan bahasa inggris yang dimilikinya, Putu mencoba menyalurkan pengetahuannya kepada anak-anak desa setempat dengan mendirikan sarana pendidikan  kursus bahasa inggris dan diberi nama 'Free Course English for Children Bhabinkamtibmas'.

Bukan gedung atau fasilitas mewah, namun justru sebuah gudang bekas penyimpanan padi miliknya yang disulap menjadi sarana belajar bagi anak-anak Desa Wuura, Kecamatan Mowila, Konsel.

Meski bangunan itu tergolong sangat sederhana, terbuat dari dinding papan dan lantai beralaskan terpal, puluhan anak-anak desa yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) itu, antusias mengikuti pelajaran kursus Bahasa Inggris.

Kini gudang bekas penyimpanan padi itu, telah berubah menjadi tempat dan sarana belajar kursus Bahasa Inggris. Jumlahnya pun kini mencapai 130 murid, dari jenjang kelas I hingga kelas VI. Untuk kursus ditempat ini, para murid tidak dipunggut biaya melainkan gratis.

Ditemani sang istri, ayah tiga anak ini mengajarkan anak desa setempat pada setiap hari Jumat, pukul 15.00-17.00 Wita. Setiap murid yang datang belajar di tempat tersebut, diberikan kelonggaran menggunakan pakaian bebas rapi.

"Tempat belajar bahasa inggris ini dibangun sejak Februari 2017 lalu. Saya termotivasi membangun sarana belajar ini, teringat waktu belum jadi polisi betapa susahnya berbahasa inggris. Olehnya itu saya berharap anak-anak desa di sekitar tempat tinggal saya ini, mereka bisa berbahasa inggris. Mengingat betapa pentingnya bahasa inggris di zaman modern seperti saat ini," tuturnya.

Namun sejak sepuluh bulan berdiri, kursus bahasa inggris yang didirikan oleh BRIPKA  Putu masih kekurangan buku panduan untuk bahan ajar para murid. 

"Saat ini saya memang masih kekurangan buku pelajaran bahasa inggris. Terkadang saya harus membeli sendiri buku-buku itu di toko, agar anak-anak tidak lagi mengalami kesulitan dalam belajar," kata Putu.


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations