SUARA

KKM Kota Baubau dan Buton Silaturahmi di Pasarwajo

SULTRAKINI.COM: BUTON – Kerukunan Keluarga Muna (KKM) Kota Baubau dan Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menggelar acara silaturahmi di Kalibiru, Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Minggu (15/4/2018).

“Ini adalah kegiatan silaturahmi KKM Kota Baubau dan Buton,” kata Ketua KKM Baubau, La Ode Hadia kepada sejumlah awak media.

Hadia berharap, kegiatan yang baru kali pertama dilakukan tersebut, bisa berlangsung hingga di masa-masa mendatang guna semakin dekat hubungan di antara kabupaten itu. Disebutkannya, warga Muna di Kota Baubau lebih dari 17 ribu yang tersebar di seluruh kecamatan hingga kini.

“Mudah-mudahan tetap terjalin dengan baik, soal menyambut pesta demokrasi ini mudah-mudahan ada pemikiran-pemikiran terbaik di antara kita semua, khususnya KKM. Pesan saya, kita bisa selalu bersama-sama dalam kebersamaan,” tambahnya.

Ketua KKM Kabupaten Buton, La Mesi menyebutkan jumlah warga KKM di Buton khususnya di Kecamatan Pasarwajo sebanyak 280 kepala keluarga. Namun, baru aktif ikut arisan KKM sebanyak 85 kepala keluarga. Sedangkan warga Muna lainnya di enam kecamatan di wilayah itu, kedepan akan didata. Setelah ini pihaknya akan mengadakan pertemuan kembali kepada seluruh KKM di Buton.

yamaha

“Mengenai terbentuknya KKM ini tanggal 5 bulan 5 (Mei) 2017, jadi baru 11 bulan terbentuk, ini bermula dari kumpul-kumpul beberapa orang saja, kami juga selama ini selalu aktif dalam memelihara budaya Muna karena budaya merupakan dari budaya nasional,” kata La Mesi.

Saat ini pihaknya memprioritaskan pengembangan budaya Muna seperti Modero, Kantola, dan Silat. Misalnya, jika ada pernikahan, pasti ada penampilan budaya silat ketika bertandang ke mempelai wanita. “Budaya-budaya ini kita akan tumbuh kembangkan,” ujarnya.

Anggota DPRD Buton, Zainuddin Musaini yang juga warga Muna berharap, KKM bisa lebih berkontribusi lagi terhadap daerah khususnya Buton. Dirinya juga meminta kepada para generasi muda untuk berpartisipasi terhadap pembangunan dan kemajuan daerah sesuai dengan filsafat orang Muna dimanapun berada.

“Kita harus juga membuka diri, masyarakat Muna tidak hanya berbaur dengan orang Muna tapi harus berbaur dengan suku lain. Kita harus membangun komunikasi yang baik sehingga kita bisa membangun daerah ini,” sambungnya.

 

Laporan: La Ode Ali

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.