KM Lambelu Sempat Turunkan Penumpang di Baubau, Roni Muhtar: Kami akan Pantau Ketat

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Kapal penumpang milik PT Pelni, KM Lambelu tidak singgah di Kota Baubau, Sulawesi Tenggaa. Kapal akan disterilkan dan kru kapal akan dikarantina di Kota Makassar.

KM Lambelu sempat dilarang berlabuh di Pelabuhan Lorens Say Maumere pada Selasa, 7 April 2020, usai menurunkan 786 penumpang di Kota Baubau pada satu hari sebelumnya, yakni Senin, 6 April 2020.

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Roni Muhtar, mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Pelni dan UPP Murhum Baubau bahwa KM Lambelu yang seharusnya berlayar dengan rute Maumere-Larantuka-Baubau-Makassar diomisi menjadi Maumere-Makassar.

“Omisi tersebut dilakukan pihak PT Pelni menyikapi kondisi terakhir berkait KM Lambelu yang belakangan banyak dibicarakan publik di daerah ini terkait informasi Covid-19,” kata Roni pada rapat terbatas Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau, Rabu (8 April 2020).

Terkait penumpang KM Lambelu sebanyak 786 penumpang yang turun pada 6 April, lanjutnya, akan dilakukan pemantauan yang ketat.

Bukan hanya bagi penumpang KM Lambelu, ke depannya pintu kedatangan akan ditingkatkan pengawasannya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Pemerintah juga melibatkan segenap warga untuk mengawasi dan dokter di masing-masing wilayah hingga di tingkat RT/RW.

“Karena tim gugus tugas memiliki data penumpang kapal tersebut, kami akan melakukan pemantauan lebih ketat lagi pada status mereka,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Arfin, salah satu warga Kota Baubau meminta kepada pemerintah untuk lebih jeli dan serius dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Menurutnya, peristiwa KM Lambelu menjadi pelajaran bagi baik masyarakat maupun pemerintah.

Ia juga berharap pemerintah dengan serius menangani kasus KM Lambelu ini, seperti dapat menyediakan tempat untuk karantina demi antisipasi Covid-19.

“Bila perlu jika memungkinkan pemerintah mendata dan mengecek secara langsung di kediaman masing-masing penumpang yang turun dari KM Lambelu untuk memastikan kondisi kesehatan penumpang, sehingga jika didapatkan gejala covid dapat dikarantina,” terangnya.

Masyarakat juga diharapkan sadar untuk mengkarantina diri sendiri dan mengisolasi diri secara mandiri.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.