KNPI Buton Nilai Camat Siotapina Lambat Tangani Polemik Pemilihan BPD

SULTRAKINI.COM: BUTON – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buton, Sulawesi Tenggara menilai Camat Siotapina, La Rahadi lambat menangani polemik pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Manuru.

Wakil Ketua DPD KNPI Buton, Muhammad Risman, menyebut pernyataan La Rahadi terkait pemilihan BPD Manuru sangat tidak memberikan kesimpulan yang pasti. Seharusnya, sejak permasalahan itu diangkat maka selaku camat mengkonfirmasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buton tanpa harus menunggu kerugian seberapa banyak.

“Jika Camat Siontapina mengatakan berapa banyak kerugian maka apakah ini peristiwa kejahatan atau pengrusakan tetapi ini persoalan kesalahan adminstrasi dalam menentukan aturan pemilihan BPD Manuru sehingga itu bukan menunggu berapa kerugian,” kata Risman di Pasarwajo, Jumat (24/5/2019).

Lanjut Risman, camat selaku perpanjangan pemerintahan daerah harusnya sudah melakukan konfirmasi terkait persoalan tersebut dan disampaikan ke DPMD Buton. Tidak hanya itu Risman juga menyebut bahwa DPMD setempat juga dianggap lambat memproses hal tersebut.

yamaha

“Karena sepengetahuan saya ini juga pernah diberitakan bahwa Kepala DPMD juga dikonfirmasikan dan hal itu akan ditindaklanjuti dengan turun lapangan. Namun, sampai sekarang ternyata belum juga turun-turun,” ujarnya.

Diakhir wawancara, Risman meminta kepada Bupati Buton selaku pembina pemerintahan di daerah diharapkan memberikan ketegasan kepada Kepala DPMD dan Camat Siontapina agar dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi. Oleh karena itu, diharapkan bupati atau sekda dapat memanggil kedua pihak ini untuk dimintai keterangan kenapa belum dapat menyelesaikan persoalan pemilihan BPD Manuru.

“Ini perlu ketegasan dari Bupati Buton atau sekda untuk dapat memanggil mereka berdua karna persoalan ini jika dibiarkan terus nanti sama dengan masalah SK 225, ada gugatan baru semua kaget,” tandasnya.

Laporan: La Ode Ali
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.