Kolaborasi Komisi V DPR RI dan BMKG Edukasi Nelayan di Sultra Lewat Sekolah Lapang

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kolaborasi Komisi V DPR RI dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Kendari menggelar Pelatihan Sekolah Lapang Cauca Nelayan di Sulawesi Tenggara guna mengenali dan memahami cuaca agar dapat meningkatkan produktifitas tangkapan diberbagai daerah, Sabtu (5/5/2021).

Upaya ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para nelayan yakni Komisi V DPR RI dan BMKG dengan menyelenggarakan sekolah lapang agar nantinya para nelayan dapat mengetahui keadaan cuaca sebelum turun ke laut mencari ikan.

Di wilayah Sulawesi Tenggara sendiri merupakan daerah kepulauan dan mayoritas masyarakat adalah Nelayan. Sehingga sekolah lapang ini dapat mengajarkan dan memberi informasi kepada nelayan tentang kondisi cuaca dan potensi terkumpulnya ikan bila cuaca sedang bagus.

Kepala Pusat Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Pusat, Eko Prasetyo, (Foto: Hardiyono Zimani/SULTRAKINI.COM)

Kepala Pusat Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Pusat, Eko Prasetyo mengatakan sekolah lapang ini merupakan program prioritas nasional pemerintah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atas dukungan dari Komisi V DPR RI yang harus dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Sultra.

Terlebih, para nelayan tangkap maupun tradisional dapat dengan mudah memahami informasi yang disampaikan BMKG yang bertujuan untuk keselematan para nelayan saat melakukan kegiatan di tengah laut.

“Setiap tahun kegiatan seperti ini dilaksanakan guna mengedukasi nelayan ketika hendak mencari ikan dengan memperhatikan cuaca agar nantinya dengan bekal infromasi tersebut dapat meningkatkan hasil tangkap ikan dan nelayan akan semakin sejahtera dengan tetap menjaga keselamatan di lautan,” ujar Eko Prasetyo.

Sementara itu, ditempat yang sama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae saat membuka acara sekolah lapang tersebut mengatakan BMKG merupakan suatu lembaga yang berperan penting dalam kegiatan masyarakat yang berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi.

Menurut Ridwan, bahkan dengan bekal informasi dan pengetahuan yang didapatkan lewat sekolah lapang ini nelayan juga dapat menjaga biota laut dengan tidak menggunakan bom ikan sehingga ekosistem hayati laut dapat berkembang biak dinikmati oleh anak cucu kita kedepannya.

“BMKG bekerja luar biasa dan maksimal dengan memberikan informasi yang bernilai edukatif guna keselamatan nelayan dan tentunya dengan sekolah lapang ini nelayan juga akan mendapatkan ikan yang banyak dengan modal informasi dan pengetahuan yang diperoleh,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kendari,  Sugeng mengatakan tujuan diadakan sekolah lapang cuaca nelayan adalah mengedukasi tentang perkiraan cuaca sehingga peserta yang mngikuti sekolah lapang ini dapat menyampaikan pengetahuan-pengetahuannya kepada nelayan yang lain.

Kegiatan ini akan berlangsung  sebanyak 3 kali di beberapa daerah yaitu 5 Juni 2021 di Kota Kendari, 15 Juni di Kabupaten Konawe dan 30 Juni di Kabupaten Konawe Selatan.

“Kita harapakan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan para Nelayan sehingga kedepannya keuntungan yang didapatkan kembali kepada Nelayan itu sendiri, Baik dari segi penangkapan ikan maupun keselematan jiwa saat turun melaut mencari ikan,” harapnya. (B)

Laporan: Hardiyono Zimani
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.