Koleksi Ular, I Wayan ingin Bersinergi dengan Pemprov Sultra Bangun Kebun Binatang

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sejumlah orang menganggap ular sebagai musuh dan ditakuti. Rupanya ini tak berlaku bagi I Wayan Dina Parwatha. Pria 39 tahun itu, justru sengaja mengoleksi hewan reptil tersebut di kediamannya Jalan Haeba Dalam, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Tak tanggung-tanggung, I Wayan telah mengoleksi 20 ular sejak hobinya itu disalurkan pada 2010.

Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3) Sultra berkesempatan melihat apa saja koleksi ular peliharaan I Wayan. Ia berbagi cerita tentang dirinya yang berniat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sultra untuk membangun kebun binatang. Menurutnya, objek wisata edukasi dan sektor lainnya berpotensial bagi wahana hewan miliknya itu. Apalagi objek tersebut minim di Sultra.

Sambil melihat-lihat koleksi peliharaan I Wayan, ia mengaku ular-ular itu didapatkannya dengan cara dibeli dari Makassar, Sulawesi Selatan, Papua, Sumatera, Banjarmasin melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sultra. Artinya, ular-ular tersebut dikarantina. Salah satu koleksinya, yakni ular jenis piton.

“Dengan adanya kebun binatang, hewan-hewan endemik Sultra dan yang lainnya bisa menjadi sarana yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah,” ujar I Wayan kepada SultraKini.Com, Senin (24/8/2018).

Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3) Sultra berkesempatan melihat koleksi ular I Wayan Dina Parwatha. (Foto: Ifal Chandra/SULTRAKINI.COM)
Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3) Sultra berkesempatan melihat koleksi ular I Wayan Dina Parwatha. (Foto: Ifal Chandra/SULTRAKINI.COM)

Demi koleksi ularnya tetap hidup, ayah tiga anak ini rela merogok sampai Rp5 juta setiap bulannya. Menurutnya, hobi dan bentuk keprihatinannya terhadap satwa liar tak sebesar biaya yang dikeluarkannya untuk pemeliharaan. Ia juga salut dengan kinerja BKSDA Sultra atas penindakan pihaknya terhadap satwa-satwa yang dilindungi.

Di satu sisi, ia tetap berharap niatnya bersinergi membangun kebun binatang bisa direspon Pemprov Sultra. Sebab selain menampung ular-ular tersebut, hewan endemik Sultra lainnya juga bisa dilindungi dalam satu kawasan. Selain melindungi, hewan juga terpantau dari perburuan liar.

“Saya berharap, pemerintah bisa merespon untuk bersinergi dan bersama-sama duduk untuk memikirkan bagaimana supaya kita bisa buat penangkaran hewan,” ucapnya.

Laporan: Ifal Chandra
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.