Konsep Pemerintah dan BI Jaga Inflasi 2020 Hanya Tiga Strategi

SULTRAKINI.COM: Pemerintah dan Bank Indonesia melaksanakan rapat koordinasi antarpimpinan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) untuk menjaga inflasi IHK pada tahun 2020 tetap pada kisaran sasarannya 3,0±1 persen, Kamis (13 Februari 2020).

Pertemuan di Jakarta tersebut menyepakati tiga langkah strategis pengendalian inflasi. Pertama, menjaga inflasi komponen bergejolak (volatile food) dalam kisaran 4,0±1 persen dengan cara memperkuat empat pilar strategi yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Lalu menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN); dan memperkuat kelembagaan pertanian, disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital, termasuk sinkronisasi program dan data.

Langka kedua, memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat. Ketiga, memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada Juni 2020 dengan tema Stabilitas Harga Menuju Indonesia Maju: Sinergi Meningkatkan Ketersediaan Pangan melalui Korporatisasi dan Digitalisasi UMKM.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Onny Widjanarko, menerangkan sinergi kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia dapat menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2019 tetap rendah terkendali pada level 2,72 persen dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen.

Kampus

Pencapaian tersebut merupakan terendah selama dua dekade terakhir dan melanjutkan tren terjaganya realisasi inflasi pada kisaran sasaran selama lima tahun terakhir.

“Inflasi yang terus menurun dan terkendali dalam sasaran dipengaruhi oleh semakin terjangkarnya ekspektasi inflasi dan terjaganya kestabilan nilai tukar yang merupakan hasil dari terus kuatnya koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Onny, Jumat (14/2/2020).

Pembangunan infrastruktur terus dioptimalkan, kata Onny, sehingga memberikan dampak positif dalam perbaikan konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan jasa. Inflasi yang rendah dan stabil mendukung momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

“Hal ini berkontribusi positif dalam menjaga daya beli masyarakat, memberikan insentif bagi penanaman modal termasuk investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian,” tambahnya.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh gubernur Bank Indonesia, menteri Keuangan, menteri Dalam Negeri, menteri Perhubungan, wakil menteri Badan Usaha Milik Negara, wakil kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta para pejabat Eselon I dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sekretaris Kabinet, Badan Pusat Statistik dan Perum Bulog.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.