SUARA

Konsep PLN Buka Peluang Perusahaan Smelter Berinvestasi di Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Meningkatnya pertumbuhan perekonomian di Provinsi Sulawesi Tenggara, menarik PLN untuk mengajak para investor berinvestasi di wilayah tersebut.

Keseriusan PLN juga ditunjukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding dengan PT Macika Mineral Industri bahwa PLN siap memasok listrik untuk perusahaan smelter tersebut dengan layanan premium platinum, menyusul dua industri yang sudah melaksanakan MoU, yaitu PT Ceria Nugraha Indotama dengan kebutuhan daya 350 MW dan PT Bintang Smelter Indonesia dengan kebutuhan daya 323 MW.

Tercatat 35 industri smelter dan tujuh unit usaha yang terdiri dari pabrik pemecah batu, pengolahan aspal, pelabuhan, serta rumah sakit yang ingin mengembangkan usahanya di Sultra.

Kesanggupan itu ditandai dengan kondisi kelistrikan di Kendari dan Baubau yang saat ini memiliki surplus daya sebesar 32,8 MW. Sistem kelistrikan di Kendari dan Baubau sendiri memiliki daya mampu sebesar 112,5 MW dan beban puncak sebesar 79,7 MW. Hal ini dinilai berpeluang bagi para investor untuk mengembangkan usahanya tersebut.

Direktur PLN Regional Bisnis Sulawesi, Syamsul Huda mengatakan ditengah potensi industri yang dimiliki Sultra dan menjadi daya tarik investor, harus setara dengan terjaminnya energi dan pasokan tenaga listrik. Pasokan listrik yang dibutuhkan adalah sebesar 3.370 MW

“Inilah tugas kami selaku penyedia tenaga listrik. Untuk itu, di Forum Smelter PLN ini, kami sampaikan kesiapan dan upaya serius PLN mendukung pemenuhan kebutuhan listrik smelter, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Syamsul Huda.

yamaha

Upaya itu disambut positif Penjabat Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi.

Di kesempatan yang sama, General Manager PLN Wilayah Sulselrabar, Bambang Yusuf mengungkapkan kepada investor tidak ragu berinvestasi di Sultra. Apalagi PLN seang gencar membangun infrastruktur kelistrikan di Sultra sebagai bagian dari program listrik 35.000 MW untuk Indonesia

“Kami siap melayani pelanggan smelter dengan daya listrik berapapun, kapanpun, dan dimanapun. Mudah-mudahan industri smelter dapat berkembang di Sulawesi Tenggara,” ucap Bambang Yusuf.

Khusus di Sulawesi Tenggara, sistem kelistrikan Wotu-Kolaka-Kendari akan terinterkoneksi pada akhir tahun 2018.

“Acara PLN Forum Smelter ini diharapkan menjadi media komunikasi dan momentum yang solutif bagi semua, industri smelter dengan potensi yang sangat besar ini dapat terwujud sesuai rencana yang pada akhirnya ikut memajukan perekonomian Sultra dan ikut dirasakan oleh masyarakat dampak baiknya,” tambahnya.

 

Laporan: Nur Cahaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.