Konser Dadakan Anak Muda Ini Bikin Warga Empang-Tula 'Akur' Sejenak

SULTRAKINI.COM: MUNA – Semenjak Pemilukada di Muna digelar, warga jadi tampak kurang akur satu sama lain. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang kedua kalinya pada 19 Juni nanti, suasana di kawasan yang akan mengikuti PSU menjadi \’panas\’.Hal ini membuat warga, khususnya anak muda pun gerah. Kreatifitas mereka jadi terhambat, akibat adanya gesekan kubu yang berlawanan pilihan politik. Ditambah lagi pihak aparat menjaga ketat kawasan yang akan PSU nanti. Warga dilarang membuat acara yang dapat mengundang keributan, bahkan diberlakukan jam malam.Nah, pada Selasa (7/6/2016) malam, tepatnya usai sholat Tarawih, sejumlah anak muda yang menamakan diri Relawan Rusman Emba menggelar \’konser\’ mendadak di posko Pasangan Calon Rusman Emba-Malik Ditu, di jalan Sutan Syahrir Kelurahan Raha I Kecamatan Katobu.Grup yang dikomandoi Ronald ini menghibur warga dengan penampilan band dan beatbox yang dikemas dalam suasana damai. Kawasan yang biasa disebut kampung Empang-Tula itu pun mendadak dipadati warga. Bukan hanya masyarakat sekitar Empang, pengendara yang melintas pun berhenti sejenak menikmati suguhan musik dari grup bernama D\’rolan itu.Antusias warga makin tampak saat seorang remaja bernama Ical menghibur dengan keahlian beatbox (musik mulut) pada akhir acara yang bubar pada pukul 23.00 WITA.\”Saya senang dengan penampilan abang Ronal, karena tetangga termasuk saya merasa terhibur,\” ujar Ilham, warga setempat.Sayangnya kegiatan ini digelar tanpa izin dari pihak kepolisian, sehingga berlangsung singkat sebelum jam Patroli malam berlaku. Untungnya berlangsung aman, dan tidak menimbulkan kekhawatiran seperti yang ditakutkan warga.\”Ini bentuk kegiatan seni dan atas inisiatif saya sendiri bersama teman-teman, untuk menghibur warga disini yang merasa jenuh dengan suasana mencekam tiap malamnya,\” ujar Ronal yang sempat melantunkan lagu Rumah Kita.\”Agar kita sesama warga Empang-Tula bisa solid lagi seperti dulu, karena terus terang saja sejak Pilkada dan dampak dari PSU jilid II warga Tula-Empang jadi kurang harmonis, sehingga hiburan band yang saya sajikan dalam bentuk aksi damai ini kita bisa seperti dulu,\” pungkas pria ini.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.