Iklan Clarion

Kontes Waria di Sultra Dikecam Muhammadiyah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kontes waria di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dikecam organisasi Islam Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra, Ahmad Aljufri mengatakan penting untuk menyampaikan pernyataan sikap terhadap fenomena kontes waria yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah tersebut. Sebagai konsep menjunjung tinggi nilai-nilai agama atas dasar ketuhanan yang maha esa, sejatinya harus mengembangkan tradisi atau budaya yang berakar pada nilai-nilai religiusitas.

“Pemerintah sebagai pengambil kebijakan memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembangkan tradisi dan budaya yang berakar pada nilai-nilai religiusitas, dan melindungi masyarakat dari peluang masuknya budaya dan tradisi yang bertentangan dengan norma agama,” ungkap Ahmad Aljufri saat konferensi persnya, Selasa (12/12/2017).

Muhammadiyah menilai, realitas kontes waria yang di gelar di sejumlah daerah adalah penyimpangan dari tabiat asli kemanusiaan.Kecaman itu juga diungkapkan Wakil Muhammadiyah Sultra, Abdullah Alhadza.

“Waria sebagai realitas penyimpangam tabiat dari kategori jenis kelamin manusia, harusnya di pandang sebagai subyek yang niscaya untuk di bina dan diarahkan untuk kembali menemukan jati diri yang sesungguhnya,” ujar Alhadza.

Begitu juga Sekertaris Muhammadiyah Sultra, Muhamad Alifudin. Kata dia, penyelenggaraan kontes waria merupakan bentuk eksploitasi atas komunitas tersebut dan sama sekali tidak mendidik. 

“Pimpinan wilayah Muhammdiyah Sulawesi Tenggara mengimbau segenap masyarakat di wilayah ini, utamanya para pemangku kebijakan untuk tidak latah dengan kontes waria tersebut,” tegas Alifuddin.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.