Korban Insiden Granat Diberi Santunan, UHO : Besarannya Sesuai Permintaan Keluarga

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Para korban luka-luka maupun meninggal, dalam insiden ledakan granat saat pelatihan satpam di Universitas Halu Oleo (UHO) telah meneriman santunan. Pemberian santunan ini bahkan telah dilakukan sejak hari peristiwa.

 

Dihubungi via telepon, Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Pengamanan UHO, Ali Marhadi mengatakan, jumlah santunan para korban ledakan itu diberikan dengan besaran sesuai permintaan pihak keluarga.

 

\”Kalo besarannya, kami tidak bisa sebutkan karena ini persoalan kemanusiaan, namun santunan itu diberikan sesuai permintaan keluarga,\” jelasnya, Sabtu (2/4/2016).

 

Tak hanya Satpam UHO yang diberik santunan. Korban lain dari anggota Brimob Polda Sultra yang menjadi korban saat insiden 29 Maret lalu, juga turut diberikan santunan dari UHO.

 

Dijelaskan Ali Marhadi, satpam yang menjadi korban insiden geranat, masih berstatus honorer. Namun, catatan kinerja dan pengabdian mereka di UHO sudah cukup lama, yakni rata-rata enam tahun di tim pengamanan kampus UHO.

 

\”Rata-rata enam tahun keatas, Jufriaddin.S sudah enam tahun sejak 2010, sedangkan Kaharuddin lebih lama,\” katanya.

 

yamaha

Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai Insiden Granat tersebut. Ali menuturkan, pihaknya belum bisa memberikan gambaran lengkap. Pasalnya, masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh tim Mabes Polri.

 

\”Lagi proses Identifikasi tim Mabes Polri, sekarang tunggu dulu hasil identifikasi dan hasil laboratorium forensik. Kita tidak bisa tanggapi yang tidak kita pahami,\” tambah Ali Marhadi yang juga penyelenggara pelatihan Satpam UHO tersebut.

 

Dalam Inside granat, korps Satpam UHO kehilangan tiga anggotanya, yakni Kaharuddin satpam di Pascasarjana UHO, Jufriadin.S satpam Fakultras Teknik dan Aswar satpam di Fakultas Kedokteran UHO. Tak hanya itu, turut menjadi korban Brigadir Haidir dari Brimob Polda Sultra.

 

Seorang peserta pelatihan satpam UHO, Budiman, menceritakan posisi duduk para peserta pelatihan menghadap ke pintu keluar bangunan, dengan posisi pemateri berada di depan peserta. Saat materi pengenalan bahan peledak berlangsung, memang terdapat sejumlah bahan peledak di meja pemateri, salah satunya granat.

 

Ia sendiri selamat, karena sempat izin keluar ruangan sekitar 20 menit sebelum ledakan geranat terjadi. Padahal, Kata Budiman, posisi duduknya saat berada sejajar dengan para korban meninggal.

 

\”Sebelah kiriku Arham provos Satpam UHO, yang sekarang kritis di RS Bahteramas. Kalau jumlah saf dan barisnya sekitar tujuh,\” ucapnya via telepon, Sabtu (2/4/2016).

 

Editor : Taufik Qurahman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.