Iklan Clarion

Korban Tewas 1.203 Jiwa, Basarnas Kendari Evakuasi 12 Korban Gempa Tsunami di Palu

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kendari berhasil mengevakuasi 12 korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Minggu (30/9/2018). Satu diantaranya ditemukan dalam keadaan selamat.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, dalam siaran persnya menjelaskan 12 korban itu dievakuasi pada dua tempat terpisah yakni di pusat niaga Jalan Soekarno Hatta ditemukan 7 orang meninggal terdiri 2 perempuan dewasa, 4 laki-laki dewasa dan 1 balita laki-laki.

Lokasi penemuan kedua di Perumnas Balaroa terdiri 3 laki-laki dewasa dan 1 perempuan dewasa dalam keadaan meninggal dunia.

Selain itu tim Basarnas Kendari yang bergabung dengan tim basarnas daerah lain pada Minggu malam membantu proses evakuasi 1 orang korban selamat di hotel Roaroa atas nama Fitri 25 tahun.

Basarnas Kendari pada Sabtu (29/9/2018) siang mengirimkan 20 personelnya ke lokasi bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan menggunakan KN SAR Pacitan.

Tim rescue ini tiba di Palu, Sulteng, pada Minggu (30/9/2018) pukul 08.10 Wita, dan langsung melakukan pencarian korban gempa dan tsunami.

Gempa disusul tsunami berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang dan memporak porandakan Donggala dan Palu pada Jumat (28/9//2018) petang.

Jumlah korban tewas hingga Minggu (30/9/2018) malam dilaporkan oleh Mabes Polti sudah mencapai 1.203 jiwa.

Kondisi korban tewas sebagian besar sudah membusuk, sehingga yang sudah diidentifikasi langsung dimakamkan.

“Ya, sebagian sudah dimakamkan keluarga,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dikutip Kumparan.com.

Para korban tewas tersebar di sejumlah rumah sakit dan posko terpadu Badan SAR Nasional (Basarnas).

Korban tewas mayatnya tersebar di sejumlah tempat, yakni 10 jenazah di RS. Wirabuana, 201 jenazah di RS. Undata, 50 jenazah di Masjid Raya, 161 jenazah di RS. Bhayangkara, 35 jenazah di Kecamatan Tawaeli, dua jenazah di Kelurahan Kayumalue Pajeko, lima jenazah di Kelurahan Kawatuna, tujuh jenazah di Pos Polisi PP, 700 jenazah di Kelurahan Petobo, dan 32 jenazah di RS. Madani.

Sedangkan korban luka berat mencapai 184 orang dan korban hilang yang saat ini tengah dicari, sebanyak 46 orang.

Laporan Ifal Chandra
Editor: M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.