Korban Tewas Gempa dan Tsunami Palu Sudah 420 Jiwa

SULTRAKINI.COM: Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah bertambah. Hingga Sabtu (29/9/2018) malam mencapai 420 jiwa. Padahal Sabtu pagi dikabarkan korban tewas 384 jiwa, artinya bertambah 36 jiwa.

“Itu baru di Kota Palu, belum di Kabupaten Donggala dan Sigi,” terang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wilem Rampangilei, Sabtu malam.

Belum diketahuinya korban di dua wilayah tersebut akibat kesulitan komunikasi. Namun pastinya, kerusakan di Donggala dan Sigi cukup parah.

Jenazah korban kini disimpan di rumah-rumah sakit dan sebagian telah dijemput keluarganya. BNPB menaksirkan, jumlah korban tewas masih bertambah mengigat tingkat kerusakan bangunan, perumahan, dan lainnya cukup parah.

Upaya penanganan bencana melalui pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan satgas khusus. Begitu juga pemberian bantuan tempat berlindung dan obat-obatan.

“Sampai malam ini, ditaksir 10 ribu pengungsi tersebar di 50an titik dalam Kota Palu,” jelas Wilem.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengaku karakter gempa di Donggala berbeda dengan gempa di Lombok, NTB. Gempa Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro sedangkan di Lombok dipicu kenaikan patahan Flores.

Wilayah Donggala selama ini tak pernah diguncang gempa bermagnitudo 7,4. Kondisi itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti Jumat (28/9) lalu.

Pascagempa magnitudi 7,4, wilayah tersebut terus diguncang puluhan kali gempa bermagnitudo besar 6,3 dan terkecil 2,9 hingga Sabtu (29/9) kemarin.

Sumber: Kompas.com
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.