SUARA

Korupsi Disekitar Kita

By: Mustakim Kita semua tahu sebenarnya Indonesia adalah negara yang kaya, negara yang penuh dengan kekayaan alam yang melimpah kawan, tapi dimana semua kekayaan itu? Itulah yang menjadi tanda tanya besar yang ada di otak kita. Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid yang akrab dipanggil Gusdur pernah berkata “negara ini paling kaya di dunia tetapi sekarang jadi paling melarat, karena koruptor tidak ditindak”.Mungkin perkataan tersebut ada benarnya, negara ini miskin karena ulah para koruptor ulah para “tikus-tikus berdasi” dan juga karena salah pemerintah yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan korupsi ini. Negara ini seolah menjadi sarangnya korupsi. Bagaimana tidak, mulai dari pejabat negara seperti, para menteri, anggota dewan, dan lebih parahnya ketua Mahkamah Konstitusi. Para penegak hukum kita yang melakukan korupsi. Ini kan lucu mereka yang menegakan hukum malah mereka yang melanggarnya, sungguh aneh negeri ini. Dan juga jika mereka dibawah ke meja pengadilan apa benar mereka dapat hukuman, dihukumpun tapi diringan-ringankan. Itulah payung hukum yang ada di Indonesia ini, tajam kebawah tapi tumpul keatas. Menindas kaum yang lemah dan mengabaikan pelanggaran yang dilakukan oleh mereka kelas atas.Kekayaan Indonesia memang sangatlah banyak tetapi hanya cukup untuk kesejateraan rakyatnya saja bukan untuk keserakahan para koruptor. Maka kita tidak boleh membiarkan para perampok ini mengambil kekayaan bangsa ini seenaknya. Sebenarnya siapakah koruptor itu? Kita mesti tahu dulu siapa sebenarnya koruptor itu kawan. Saya mengutip perkataan dari seorang comedian kita Lis Hartono (Cak Lontong) ia berkata “koruptor bukanlah orang yang melakukan korupsi. Dan tidak semua orang yang korupsi itu koruptor karena KORUPTOR adalah orang yang ketangkap atau ketahuan korupsi, karena selama ia belum ketangkap ia mungkin masih pejabat bukan koruptor”. Itu mungkin terdengar lucu, tetapi begitulah kenyataan yang terjadi di negeri ini. Sebenarnya masih banyak koruptor yang bertebaran di luar sana tetapi mereka belum ditangkap, dan mungkin mereka masih berkeliaran bebas disekitar kita. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa menangkap koruptor itu sulit, sama sulitnya mencari jarum dalam jerami. Inikan lucu kawan, cari jarum dalam jerami itu sebenarnya mudah. Kita tinggal ambil korek, bakar jeraminya, terus ambil magnet, pasti jarumnya ketemu. Hahaha itu hanya sekedar pendapat saja kawan.“Dari barat sampai ke timur berjajar dusta-dusta itulah kini Indonesia. Sogok-menyogok menjadi satu itulah kini Indonesia” ini merupakan salah satu dari bait puisi Taufik Ismail yang berjudul “Kami Muak dan Bosan”. Itulah kini yang terjadi di Indonesia, para pemimpin bangsa ini sudah tidak punya lagi rasa takut dan malu untuk melakukan korupsi. Hahahaha “malu” mungkin kata itu tidak ada dalam kamus mereka, yang ada di otak mereka hanyalah ingin menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Sudah banyak dusta-dusta yang dilakukan oleh para pemimpin kita.Memang benar semua rakyat Indonesia sudah muak dan bosan dengan segala permasalahan korupsi yang belum teratasi sampai sekarang. Tujuh kali sudah kita ganti “nahkoda” tetapi masih jauh dari kata sejahtera. Tujuh puluh tahun kita merdeka dan tiap tahun kita kibarkan bendera tapi masih banyak saudara-saudara kita yang menderita. Apakah ini yang dinamakan kemerdekaan???Ingatlah kawan, Indonesia tidak akan jatuh hanya karena ribuan pengemis atau ribuan orang miskin, tapi Indonesia akan jatuh hanya karena sepuluh koruptor. Oleh karena itu kita mesti mempertahankan negara kita ini jangan sampai hancur karena ulah para “tikus-tikus berdasi”. Banyak yang berdapat untuk mengurangi jumlah koruptor dinegara ini harus dengan hukum mati. Saya sebenarnya kurang setuju dengan itu, karena hukuman yang pas bagi para koruptor bukanlah di hukum mati tapi buat mereka setengah mati, buat mereka merasakan penderitan rakyat kecil yang tertindas akibat ulah dari kesewenangan diri mereka.(*)
Peserta Lomba Artikel Anti Korupsi 2015Kategori: Mahasiswa
Nama      : Mustakim
TTL          : Usuku, 28 september 1997
Umur       : 18 thn
Alamat    : Jalan Saosao (lrg. Damai)
Status      : Mahasiswa (Semester 3)
No hp      : 082196149257

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.