Iklan Clarion

Kota Layak Huni Berbasis IT, Kendari Digitalisasi Pelayanan Kesehatan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melakukan digitalisasi di sektor pelayanan kesehatan masyarakat menggunakan aplikasi yang disebut Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik. Sistem ini digunakan mulai Januari 2019.

Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, meluncurkan aplikasi yang digagas Dinas Kesehatan Kota Kendari ini. Sulkarnain menjelaskan, penerapan aplikasi Sikda Generik di Dinkes dan Puskesmas se-Kota Kendari merupakan komitmen Pemkot untuk mewujudkan visi sebagai kota layak huni berbasis ekologi, teknologi, dan informasi.

“Di era teknologi informasi saat ini, Pemerintah Kota Kendari harus menyesuaikan diri untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” terang Sulkarnain, saat membuka pelatihan pengelola Sikda Generik 15 Puskesmas, di Hotel Fortune, Senin (29/1/2019).

Aplikasi Sikda Generik adalah aplikasi sistem informasi kesehatan yang mengintegrasikan sistem-sistem informasi di Puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya baik milik pemerintah maupun swasta. Sistem ini sebagai bridging atau menjembatani antar rumah sakit yang ada di Kota Kendari.

Tahap ini, masih sebatas layanan di Puskesmas. Tahap selanjutnya, pemerintah kota akan mengupayakan layanan terkoneksi dengan seluruh rumah sakit yang ada dalam Kota Kendari.

“Keinginan kita cuma satu, yaitu menyesuaikan diri dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan semua potensi kehidupan kita, termasuk bidang kesehatan,” katanya.

Jika pasien tidak bisa dituntaskan di Puskesmas, akan dirujuk ke level yang lebih tinggi, sistem ini menjadi penghubungnya. Tidak hanya rumah sakit dalam kota, tapi semua rumah sakit. “Jadi masyarakat tidak bolak balik,” tambah wali kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Rahminingrum, menjelaskan, aplikasi Sikda Generik dikembangkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan serta ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Aplikasi ini merupakan penerapan standarisasi sistem informasi kesehatan, sehingga diharapkan dapat tersedia data dan informasi kesehatan yang cepat, tepat dan akurat dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengambilan keputusan/kebijakan dalam bidang kesehatan.

“Sedangkan manfaat Sikda Generik dalam hal adminisntrasi, dapat dirasakan baik oleh masyarakat secara langsung maupun oleh petugas sebagai penyelenggara kesehatan. Karena waktu tunggu pasien berkurang, alur lebih jelas, dan mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien,” papar Rahminingrum.

Dalam hal medis, Sikda Generik mampu meminimalisasi terjadinya kesalahan medis, dan secara tidak langsung meningkatkan penggunaan obat generik di masyarakat. (SMSI)

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.