Festival Pesona Budaya Tua Buton

KPK Tambah ‘Aksesori’ Tahanan yang Keluar Rutan

SULTRAKINI.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi RI menandai tahanannya dengan rompi oranye. Mengawali 2019, KPK menambah ‘aksesori’ bagi para tahanannya itu, yakni tangan diborgol ketika keluar dan masuk rutan, maupun hendak menjalani persidangan.

Aturan borgol diterapkan sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan pengamanan terhadap para tahanan.

Tahanan pertama yang memakai borgol adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi. Kemudian kakak ipar Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Tubagus Cepy Sethiady.

“Aturan tentang pemborgolan untuk tahanan yang keluar dari rutan mulai diterapkan,” jelas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/1/2019).

Usai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK diundangkan, KPK resmi dibentuk setahun kemudian. Artinya komisi antirasuah ini berusia 15 tahun.

Ketika itu, belum ada tanda disematkan kepada para tahanan. Di 2012, KPK menerapkan aksesori khusus bagi para tahanan, yaitu jaket lengan panjang berwarna putih dengan logo KPK di bagian dada sebelah kanan.

Orang pertama mengenakannya adalah Amran Batalipu yang saat itu menjabat Bupati Buol. Penggunaan jaket tahanan itu dimaksudkan guna memberi efek jera kepada para tersangka.

Pada 24 Mei 2013, KPK merilis seragam baru untuk tahanannya. Saat ini, ada empat baju yang diluncurkan, satu baju oranye berlengan untuk baju sehari-hari para tahanan, satu baju oranye tak berlengan untuk yang tertangkap tangan, rompi oranye untuk mengikuti persidangan, dan baju warna hitam dipakai saat para tahanan berolahraga. Seluruh baju itu bertuliskan ‘Tahanan KPK’ di bagian punggungnya.

Sumber: CnnIndonesia&Detik.com
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.