KPU Koltim Sosialisasi Tahapan Pilkada

SULTRAKINI.COM: KOLTIM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kolaka Timur menggelar sosialisasi tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Koltim tahun 2020, di aula Pemda, Kamis (21/11/2019). Dihadiri Bupati Koltim Tony Herbiansyah, Ketua KPU Sultra Laode Abdul Natsir,  Bawaslu setempat, serta seluruh pimpinan Parpol Koltim, OPD, camat dan lurah dan Kades.

Ketua KPU Koltim, Suprihaty Prawaty Nengtias, menjelaskan sosialisasi ini bertujuan menyampaikan kepada publik terkait tahapan Pilkada, sekaligus mmbangkitkan semangat berdemokrasi kepada seluruh elemen masyarakat.

“Materi sosialisasi ini tertuang dalam PKPU 15 Tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020,” jelasnya.

Nengtias sapaan akrab Ketua KPU Koltim, menjelaskan terkait tahapan yang sudah dan sedang berlangsung antara lain dari penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah pada 1 Oktober 2019, penetapan jumlah minimum dukungan untuk calon perseorangan pada 26 Oktober 2019, dan pengumuman syarat minimal dukungan.

Sedangkan pengumuman, pendaftaran, serta penelitian syarat dukungan Paslon akan dilaksanakan pada 16 – 18 Juni 2020, serta pemeriksaan kesehatan tanggal 23 Juni dan penetapan Paslon pada 8 Juli 2020.

“Selanjutnya ada masa kampanye, 11 Juli sampai 19 September 2020, atau selama 71 hari, lalu masa tenang 3 hari dan Pilkada yang jatuh pada 23 September 2020,” terangnya.

Nengtias pun minta kepada seluruh peserta untuk membantu mengajak kepada khalayak umum dalam meningkatkan partisipasi pemilih di tahun 2020 mendatang.

“Partisipasi pemilih kita pada Pilcaleg tahun ini, mencapai angka 84 persen. Semoga semakin bertambah, sebab dengan makin tingginya partisipasi pemilih, maka demokrasi kita semakin baik pula,” pungkasnya.

yamaha

Bupati Tony Herbyansyah dalam sambutannya mengatakan  untuk mensukseskan Pilkada merupakan tugas semua pihak.

“Pilkada menjadi tugas dari tiga elemen yakni pemerintah, penyelenggara dan seluruh masyarakat, terlepas dari saya nantinya sebagai salah satu kandidat, semoga pilkada ini melahirkan pemimpin yang baik amanah,” katanya.

Selanjutnya bupati mengatakan, meskipun anggaran di perubahan relatif kecil, namun Pemda tetap komitmen untuk memprioritaskan anggaran Pilkada dengan harapan semoga pelaksanaan Pilkada di Koltim lebih baik lagi dari yang tahun 2015.

“Koltim menjadi daerah yg tidak ada sengketa waktu pilkada lalu, semoga bisa dipertahankan,” pinta Tony.

Lebih lanjut Tony mengatakan. “Persaingan kami (calon-Red) di Koltim sangat positif, tidak  ada yang saling mencekal, soal baliho saja tdk ada yang dicabut seperti di daerah lain,” katanya.

Untuk itu, ia pun minta kepada penyelenggara pilkada agar menunjukkan sikap netralitas dan professional untuk dapat melahirkan pemimpin yang menjadi representatif dari kedaulatan rakyat.

Ketua KPU Sultra, Laode Abdul Natsir  menjelaskan Koltim masuk dalam kategori partisipasi pemilih level nasional yakni 77 persen, bahkan naik 84 persen saat Pilcaleg lalu.

Laporan: Hasrianty

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.