Kredit UMKM di Sultra Triwulan II Capai Rp 8,16 triliun

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kredit diterima oleh UMKM di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp 8,16 triliun atau memiliki pangsa 27,69 persen dari total penyaluran kredit di Sultra pada triwulan II 2019.

Kredit kepada UMKM tersebut, sebagian besar diberikan kepada usaha kecil sebesar 44,04 persen dan usaha mikro dengan pangsa 34,39 persen. Sedangkan usaha menengah memiliki pangsa sebesar 21,57 persen dari total kredit UMKM.

Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kredit perbankan secara umum, triwulan II 2019 laju pertumbuhan kredit UMKM tercatat sebesar 18,3 persen (yoy) relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2019 sebesar 18,4 persen (yoy).

“Ini terjadi karena seluruh kredit usaha mikro, kecil, dan menengah mengalami pertumbuhan double digit masing-masing menjadi sebesar 19,0 persen (yoy), 519,8 persen (yoy), dan 19,8 persen (yoy),” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Suharman Tabrani, Selasa (22/10/2019).

Seiring dengan adanya perubahan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017, terdapat peningkatan penyaluran kredit kepada usaha rakyat sampai dengan triwulan II 2019 baki debet KUR di Sultra mencapai Rp 2,1 triliun dengan jumlah debitur aktif mencapai 88.616 nasabah.

“Penyaluran KUR di Sultra masih terkonsentrasi pada usaha di sektor perdagangan yang mencapai 59,2 persen,” ujar Suharman.

yamaha

Sementara penyaluran pada sektor primer, seperti ke pertanian dan perikanan menunjukkan adanya peningkatan, selain industri pengolahan dan sektor penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum juga terus mengalami peningkatan.

Suharman menerangkan, akses keuangan di Sultra terutama dari sisi penghimpunan dana kini mengalami peningkatan, begitu juga dari sisi kredit.

Rasio jumlah rekening DPK terhadap penduduk angkatan kerja di Sultra tetap menunjukkan rasio yang tinggi pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 218,3 persen. Rasio yang lebih besar dari 100 persen menunjukkan terdapat penduduk angkatan kerja di Sultra yang memiliki rekening simpanan lebih dari satu. Triwulan II 2019 rasio jumlah rekening kredit terhadap penduduk angkatan kerja di Sultra masih stabil pada kisaran 22,4 persen.

“Masih rendahnya rasio rekening kredit menunjukkan fasilitas pembiayaan masih sedikit digunakan oleh masyarakat di provinsi ini dan masih terdapat ruang untuk meningkatkan penyaluran kredit di masa yang akan datang. Upaya pengembangan akses keuangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra,” ucapnya.

BI Provinsi Sultra berupaya memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan edukasi keuangan yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai produk dan jasa keuangan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menabung dan melakukan pengelolaan keuangan.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.