Iklan Clarion

Kronologi “Evakuasi” Asrun-ADP dari Kendari Menuju Gedung KPK Jakarta

SULTRAKINI.COM: Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun dan anaknya, Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) dilepas dengan tangis dan pekikan “Allahu Akbar” dari puluhan pendukungnya yang sudah menunggu di pelataran Bandara Haluoleo Kendari, Rabu (28 Februari 2018) malam.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar….. Hidup Asrun-Hugua,” demikian teriakan mengiringi langkah kaki Asrun menuju pintu masuk Bandara Haluoleo bersama anaknya, ADP. Teriakan itu terus melantun hingga terdengar sayup-sayup ditinggalkan kedua bapak-anak itu.

Tampak ADP lebih dahulu melewati pintu metal detektor disusul bapaknya yang mengenakan jaket kulit dan peci hitam. Metal detektor berdering saat dilewati ADP, sehingga seorang petugas Avces (Aviation Security) segera menghampiri dan meraba bagian badan ADP.

Setelah itu ADP tampak digiring seorang petugas kepolisian bersenjata laras panjang. Disusul ayahnya Asrun, dari belakang. Mereka memasuki ruang tunggu untuk diterbangkan ke Jakarta setelah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 13 jam di Mapolda Sultra.

Pemeriksaan Asrun dan ADP dimulai pukul 05.30 Wita hingga 19.00 Wita. Mereka ikut diamankan tim KPK serangkaian dengan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (27 Februari 2018) tengah malam di rumah toko kontraktor bernama Hasmun Hamzah di Jalan Syech Yusuf, Mandonga, Kendari.

Diamankan dalam OTT itu sebanyak lima orang, yakni Hasmun Hamzah dan dua stafnya, masing-masing adalah staf keuangannya bernama Rini dan seorang lagi adalah pengawal keamanan pribadi pengusaha tersebut. Sedangkan dari pihak Asrun-ADP, ikut diamankan adalah dua orang, masing-masing Fatmahwati Faqih (Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari) dan Hamkah (staf ADP).

Mereka semalam diberangkatkan di Jakarta dengan menggunakan pesawat komersial, dan tetap dikawal sejumlah penyidik KPK.

Baca Juga

Tiba di Jakarta, Asrun bersama ADP langsung digiring ke Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, berada dalam satu mobil, tiba sekitar pukul 00.05 WIB, Kamis (1 Maret 2018).

Asrun yang merupakan mantan Wali Kota Kendari dua periode tampak berjalan santai selepas turun dari mobil. Politikus Partai Amanat Nasional itu tampak seperti orang bingung. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, kendati dimohon-mohonkan oleh jurnalis yang menungguinya sejak siang di Gedung KPK.

Sesaat sebelum masuk gedung, Asrun berhenti sejenak dan tampak bingung. Kemudian dia menurunkan masker penutup sebagian wajahnya yang dikenakan sejak di Mapolda Sultra. Setelah itu Asrun kembali melanjutkan langkah setelah seorang petugas keamanan KPK mempersilahkan dan menunjukkan pintu masuk.

Wali Kota Kendari yang tak lain adalah anaknya, mengikuti dari belakang, disusul oleh Fatmawati Faqih yang juga ikut menurunkan masker penutup wajah. Fatmawati sendiri ikut bungkam, namun ia sempat melambai-lambaikan tangannya kepada puluhan jurnalis di Kantor KPK.

Asrun dan ADP beserta lainnya “dievakuasi” oleh KPK terkait dugaan permainan proyek di Kendari senilai kurang lebih Rp60 miliar.

Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak KPK. Ketua Agus Rahardjo belum memberikan penjelasan perihal OTT. Demikian pula perihal kasus yang menjerat kepala daerah bapak dan anak tersebut. Rencananya, Kamis (1 Maret 2018) siang akan ada konferensi Pers terkait hal itu.

 

Laporan: shen

Komentar
Loading...