Kunjungi Masjid Tua Muna, Hugua: Objek Wisata Religi Harus Dipertahankan

SULTRAKINI.COM: MUNA – Sulawesi Tenggara memiliki berbagai objek wisata yang tak kalah menariknya dari daerah lain. Baik wisata alam, situs sejarah, budaya, hingga kuliner. Tak ketinggalan objek wisata religi yang banyak dijumpai di hampir semua kabupaten, salah satunya di Kabupaten Muna.

Diketahui, Kabupaten Muna memiliki potensi pariwisata, jika dikembangkan bisa menjadi daerah tujuan wisata domestik dan mancanegara. Asal penataan dan pengelolaannya dimaksimalkan, tanpa mengubah kultur sosial budaya masyarakat setempat.

Calon Wakil Gubernur Sultra Periode 2018-2023 nomor urut 2, Ir. Hugua, saat berkunjung ke Kabupaten Muna, Kamis (24/5/2018), menyempatkan diri berkunjung ke beberapa obyek wisata di Muna. Diantaranya, Masjid Tua Loghiya, Masjid Kota Lama Muna, dan Pantai Napabale.

“Situs sejarah Masjid Loghiya sebagai lokasi penyebaran Islam pertama di Muna, harus dipertahankan, karena ini bisa menjadi obyek wisata religi,” kata Hugua.

Masjid Loghiya terletak di Desa Loghiya Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Menurut penjelasan Imam Masjid Tua Loghiya, La Ode Dandila, awalnya ukuran masjid hanya 4×6 meter, mirip Masjid Demak di Jawa yang memiliki 1 pintu saja. Namun kini banyak mengalami perubahan, sehingga keaslian bangunannya sudah hilang.

Hugua (menunjuk, kopiah hitam) mengunjungi salah satu situs sumur tadah hujan di sekitar masjid tua Muna. (Foto: ist)

Walaupun kondisi masjid sudah mengalami perubahan, sejumlah bukti tentang berkembangnya Islam di wilayah itu masih dapat dijumpai. Seperti adanya sumur tadah hujan yang jumlahnya sekira puluhan. Sumur itu tersebar di sekitar masjid. Hanya saja, sumur-sumur tua itu sudah tidak berfungsi, karena tidak terjaga dengan baik.

Berdasarkan sejarah, pada awalnya jumlah sumur tua sekira 154 lubang, namun sebagian sudah ditutup karena menjadi tempat berkembang biaknya hewan kodok. Suara hewan ini sering menimbulkan suara bising.

Usai berkunjung di Masjid Loghiya, Hugua juga melihat keindahan Pantai Napabale. Pantai ini juga sering disebut Danau Napabale, karena lokasinya berada di kawah pengunungan. Danau ini terhubung dengan air laut melalui sebuah gua. Bila terjadi pasang di pantai, maka Danau Napabale ikut juga naik.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.