Kuota CPNS 2019 Wakatobi 132 Orang Prioritas Guru dan Kesehatan, Berikut Formasinya

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gelombang kedua tahun 2019, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi mendapatkan jatah kuota sebanyak 132 orang dengan formasi tenaga pendidikan 54 orang, dan tenaga kesehatan 43 orang, sisanya merupakan tenaga teknis umum.

Kuota tersebut diberikan oleh KemenpanRB berdasarkan usulan Pemerintah Daerah yang masih memberikan perhatian serius pada aspek bidang pendidikan dan kesehatan di Wilayah setempat.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wakatobi, La Jumadin, mengatakan berdasarkan formasi itu, jika tidak aral melintang rencana tahapan pendaftaran CPNS di Wakatobi akan dimulai pada akhir Februari 2020 mendatang.

“Penerimaan CPNS tahun 2019, direncanakan dibuka akhir Februari 2020, kemungkinan minggu ketiga,” kata Sekda Wakatobi, La Jumadin, Sabtu (26/10/2019).

Dia mengatakan, dari 54 orang tenaga pendidikan, akan terdistribusi pada pendidikan guru agama islam srebanyak 1 orang, guru bahasa indonesia 3 orang, guru bahasa inggris 6 orang, pendidikan fisika 7 orang khususnya jurusan IPA, Fisika dan Biologi, pendidikan IPS geografi 3 orang, PGSD 26 orang, matematika 6 orang dan pendidikan penjaskes sebanyak 2 orang.

Kemudian, katanya, dari total kuota tenaga kesehatan yang berjumlah 43 orang ini, akan terdistribusi ke apoteker 5 orang dan bidan S1 1 orang.

“Sementara tenaga dokter umum dibutuhkan 8 orang, dokter gizi 2 orang. Untuk nutrisionis atau gizi S1 3 orang, perawat Ners 6 orang, farmasi 2 orang, bidan S1 satu orang, bidan kebidanan D3 5 orang, keperawatan D3 8 orang dan kesehatan lingkungan 1 orang,” ungkap La Jumadin

Dari jumlah 35 orang tenaga teknis akan terbagi di auditor 4 orang, analisis data dan informasi 3 orang, S1 perikanan 1 orang, analisis desa dan kelurahan S2 manajemen sumber daya manusia 1 orang, analisis informasi hasil pertanian agribisnis 2 orang.

Formasi tenaga tekhnis, masing-masing dibutuhkan satu orang, yaitu jurusan analisis informasi pengembangan sumber daya manusia aparatur, penyuluh pertanian perkebunan agrobisnis teknologi, analisis monitoring evaluasi pelaporan, analisis mutu perikanan, analisis pariwisata S1, analisis penataan kawasan, analisis pengamanan teknik lingkungan, analisis peraturan perundang-undangan S2 hukum, analisis perencanaan S1 ekonomi S1 sosial dan S1 politik, analisis perlindungan perempuan ilmu kesejahteraan sosial atau psikologi, analisis prasarana perkantoran dan pedesaan teknik sipil atau arsitek, analisis program penyuluhan pertanian, perkebunan, agrobisnis teknologi, dan analisis rehabilitasi masalah sosial ilmu kesejahteraan sosial

“Lanjut, analisis sistem jaringan jalan jembatan S1 teknik sipil atau D4, analisis tata ruang (spesifikasi pendidikan spesialis arsitek dan planologi), pengalas kepariwisataan D3 bahasa inggris, pengalas mutu pekan dan produktif ternak kecil dan unggas S1 peternakan, pengelola objek wisata D3 bahasa inggris, pengelola sistem dan jaringan manajemen informatika, pengelola sistem informasi manajemen kepegawaian, penyusun laporan keuangan manajemen atau akuntansi, penyusun laporan bahan tekhnis pembenihan dan perancang sistem informasi kepegawaian teknik informatika. Masing-masing dibutuhkan satu orang juga,” katanya

Jumadin juga menjelaskan, pihaknya bersama BKN telah bersepakat untuk pelaksanakan tes CPNS tetap akan dilaksanakan di Wakatobi, sehingga tidak memberatkan peserta dari daerah.

“Jadi kami berencana meminjaman komputer yang ada di sekolah, laboratorium sekolah-sekolah kejuruan atau SMK. Dan kita rencanakan tesnya serentak digelar di Sanggar Budaya Wakatobi semua,” jelasnya

Pihaknya saat kini tengah menyiapkan sarana prasarana termasuk melakukan koordinasi awal sehingga pada saat pelaksanaan tidak ditemukan hambatan yang bisa menggagalkan kegiatan.

Ia menegaskan, bahwa CPNS tidak dipungut biaya sepersen pun, sehingga jika ada calo yang meminta uang dengan alasan akan diloloskan dalam CPNS, jangan dipercaya. Kedepan, dia menargetkan, jadwal pelaksanaan tes berlangsung selama tujuh hari, tapi semua kembali kepusat.

“Tes kali ini benar-benar murni, tidak ada suap menyuap. Semua tergantung kepintaran saja,” tegasnya.

 

Laporan: Amran Mustar Ode

Editor: Hasrul Tamrin

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.