SULTRAKINI.COM: Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Dr. Heri Budianto mengukuhkan pengurus Aspikom Wilayah Sultra di Kendari, Rabu (20 Desember 2017). Pengurus Aspikom yang dikukuhkan berasal dari empat kampus yang memiliki program studi Ilmu Komunikasi, yakni Universitas Halu Oleo (UHO), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra).
La Tarifu Dikukuhkan sebagai Ketua Aspikom Sultra
Ketua Aspikom Dr Heri Budianto menandatangani berita acara pengukuhan pengurus Aspikom Wilayah Sultra disaksikan Rektor UHO Prof Muh Zamrun (baju kuning) dan Dekan FISIP Dr Bahtiar (kanan) serta Ketua Aspikom Sultra Dr La tarif dan Sekretaris Aspikom Sultra Harnina Ridwan.Foto:Ist

Terpilih sebegai Ketua Aspikom Wilayah Sultra, Dr La Tarifu (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UHO), Sekretaris Harnina Ridwan (UHO), dan Bendahara Ulfa Attamimi (UMK). 

Selain itu dilengkapi empat bidang, yakni Bidang Kurikulum dengan koordinator Muh Zein Abdullah, Bidang Penelitian Pengabdian dan Pengembangan koordinator Marsiah Sumule, Bidang Komunikasi Publik koordinator M Djufri Rachim, Bidang Organisasi dan Keanggotaan koordinator Zulfiah Larisu dan Bidang Kerjasama Antar Lembaga dengan koordinator Sirajuddin.

Hadir dalam acara pelantikan Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Dr. Muhammad Zamrun F,  Dekan FISIP UHO Dr. Bahtiar, serta pendiri Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UHO, Drs La Dupai.

Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun F menyambut baik kehadiran organisasi profesi Aspikom sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu, ia mempersilahkan setiap program studi untuk melakukan kreativitas.

Dikatakan, saat ini UHO telah memiliki 101 program studi baik S1, S2, maupun S3, dengan jumlah mahasiswa baru antara 7 hingga 8 ribu setiap tahun. 

Program studi Ilmu Komunikasi merupakan program studi yang banyak diminati seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini. 

Bahkan, katanya, Menrsitek Dikti telah menginstruksikan agar mata kuliah “Perkembangan Teknologi Komunikasi” untuk diajarkan pada semua program studi, baik ilmu-ilmu eksakta maupun non eksakta.

Foto bersama pada acara pengukuhan pengurus Aspikom Wilayah Sultra.Foto: Ist

Sejalan dengan itu, Dekan FISIP UHO Dr Bahtiar menjelaskan program studi Ilmu Komunikasi di kampus UHO memiliki minat yang cukup tinggi. “Jumlah mahasiswa komunikasi mencapai seribu seratus orang,” jelasnya.

Program Studi Ilmu Komunikasi UHO didirikan tahun 1998, sebagai prodi ketiga yang lahir di FISIP, setelah sebelumnya Prodi Adminstrasi Negara dan Prodi Sosiologi.

Bahtiar berharap, kehadiran Aspikom di Sultra bisa mengembangkan nilai akreditasi melalui kerja sama lintas perguruan tinggi, khususnya melalui publikasi (jurnal) yang sangat membantu kebutuhan tenaga pengajar.

Ketua Aspikom Dr Heri Budianto menyahuti harapan-harapan tersebut melalui program kerja Aspikom yang fokus pada pengembangan pendidikan ilmu komunikasi. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang telah diserahkan kepada pihak Kemenrsitek Dikti.

“Selain itu, Aspikom juga telah membuat standar laboratorium ilmu komunikasi,” jelas Heri. 

Heri lantas menjelaskan peluang yang bisa dikembangkan dalam program studi ilmu komunikasi, seperti Prodi Jurnalistik (baru terdepat di 40 perguruan tinggi), Prodi Humas (sudah ada di 50 perguruan tinggi), Prodi Manajemen Komunikasi (baru dua perguruan tinggi yang menyelenggarakan), serta Fasion Jurnalism sebagai prodi yang masih sangat terbuka karena belum ada perguruan tinggi penyelenggara. Sedangkan untuk Prodi Ilmu Komunikasi terdapat di 289 perguruan tinggi. 

Ketua Panitia Pengukuhan Dr Muh Najib Husein dalam  laporannya menjelaskan acara pengukuhan Aspikom Sultra merupakan yang ketiga untuk wilayah Sulawesi, setelah sebelumnya adalah Aspikom Wilayah Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Setelah Aspikom Sultra akan menyusul Aspikom Sulawesi Selatan. (frirac)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations