Lailatul Qadar

Oleh: Syaifuddin Mustaming

(Kasi Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka)

Allah Berfimran:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan(Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari Seribubulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izinTuhannya untuk mengatur segala urusan. Maka itu (penuh) kesejahteraansampai  terbit fajar”. (QS. al Qadr; 1-5)

 Salah satu kemuliaan dan keagungan bulan Ramadan adalah Allahtelah memilih dan menjadikan Ramadan sebagai bulan yang di dalamnya diturunkanpermulaan Alquran. Sesuai dengan firman Allah SWT, bahwa : “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya telah diturunkan(permulaan) Alquran, (berfungsi) sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelasanterhadap petunjuk-petunjuk itu serta pembeda (antara) yang benar dan yangsalah…” (QS. al Baqarah; 185)

Penegasan Allah itulah sebagai salah satu muatan sehinggapada malam Ramadan itu dinamakan LailatulQadar. Selain itu, menurut keterangan para ‘Ulama, bahwa pada malam Lailatul Qadar itu; ALLAH SWTmenakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun,kemudian menyerahkan keputusan dan pelaksanaan takdir-Nya kepada para malaikat,sesuai bidang dan cakupan tugasnya yang telah ditentukan, seperti; kepada Malaikat Jibril ‘AlaihisSalam diserahkan catatan rahmat dan azab, kepada Mikail ‘ASdiberikan catatan tumbuh-tumbuhan dan rezeki, kepada Israfil ‘AS tentang hujan,angin dan keadaan cuaca, serta kepada Izrail ‘AS mengenai catatan nyawa danajal-ajalnya.

Oleh sebab itu, bagi hamba-hamba yang beriman danmengikhlaskan segalanya; lalu memanfaatkan waktu dan kesempatannya padamalam-malam mulia itu untuk sepenuhnya taat, patuh dan sujud;bersungguh-sungguh dan berdzikir kepada Allah SWT, niscaya akan meraih kemuliaandan keridhaan dari Allah SWT.

Selain dari itu, bagi yang tekun dan ikhlas beribadahjuga akan memperoleh pengampuan dari Allah SWT. Sebagaimana dalam riwayatdijelaskan, bahwa: “Berkata Imam Arrazi,apabila fajar Lailatul Qadar menyingsing, maka berserulah Jibril kepada paramalaikat; ’Siap-siaplah untuk berangkat’, kemudian mereka bertanya; ‘Hai Jibril,apa yang telah diperbuat Allah SWT terhadap para Muslimin dari umat MuhammadSAW?’, Jibril menjawab; ‘Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa mereka, kecualiterhadap Empat golongan: Peminum (pecandu) khamar, orang yang durhaka kepadakedua orang tuanya, orang yang memutuskan hubungan keluarganya dan orang yangsuka bertengkar”. (Zubdatul Wa’idin)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAWbersabda, bahwa : “Barang siapa shalatdua rakaat di malam lailatul qadar, membaca surah al Fatihah sekali dan surahal Ikhlas tujuh kali dalam tiap rakaat, kemudian sesudah salam beristighfartujuh puluh kali, ia tidak akan berdiri dari tempatnya melainkan telah diampunioleh Allah dosa-dosanya, dosa-dosa kedua orang tuanya, serta dibangun baginyagedung-gedung di surga lengkap dengan pohon-pohon yang rindang dansungai-sungai yang mengalir, sehingga tidak keluar dari dunia melainkan sudahmelihat itu semua”. (al Hadits)

Oleh karena itu, kesempatan dan saat-saat yang tersisadari bulan Ramadan yang suci ini; mudah-mudahan dapat termanfaatkan secaraoptimal, terisi dengan aktivitas pendekatan Ilahiyah;shalat lail, I’tiqaf, memperbanyak Istighfar,Dzikir dan kalimat Thayyibah lainnya, guna meraih kemuliaanyang sesungguhnya dari Allah SWT,  Ámín, Yá Rabbal ‘Álamín

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.