SUARA

Langkahi Mekanisme, Integritas Golkar Dipertanyakan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – DPD I Partai Golkar Sultra yang mendadak memasukan dua nama, yakni Adriatma Dwi Putra (ADP) dan Abdul Rasak, sebagai Bakal Calon Walikota Kendari di luar mekanisme penjaringan yang dilakukan DPD II, disorot oleh sejumlah pihak. Pasalnya, dalam tahapan pendaftaran, kedua nama tersebut tidak masuk.Padahal sebelumnya Partai Golkar telah mengerucutkan nama Andi Musakir Mustafa dan Muhammad Zayat Kaimoeddin sebagai Balon Walikota yang telah mengikuti mekanisme penjaringan di partai.”Masing-masing partai politik memang memiliki mekanisme yang berbeda, hanya saja dalam proses dan mekanisme sebaiknya jangan dirusak hanya karena kepentingan elit yang ada dalam partai yang bersangkutan,” ujar Pengamat Politik Sultra, Eka Syuaib yang dihubungi Rabu (13/7/2016).Kalau pun kemudian, lanjut mantan Komisioner KPU Sultra itu, tiba-tiba nama lain yang diberikan rekomendasi, maka akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai yang bersangkutan.”Semua proses tentu menjadi perhatian masyarakat, sehingga ketika tiba-tiba keputusan di luar mekanisme yang sudah dijalankan, tentu akan merusak kepercayaan, integritas partai tersebut dipertanyakan,” jelasnya.Pria yang juga aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Halu Oleo ini menjelaskan, sejatinya Parpol mengabaikan kepentingan bersifat pragmatis dalam tahapan penjaringan Calon Walikota Kendari.”Partai sebaiknya berpikir jangka panjang bukan hanya skala Pilwali, sebab ini juga bisa merusak tatanan demokrasi yang ada,” ujarnya.Seperti disebutkan sebelumnya, Andi Musakir Mustafa dan Muhammad Zayat Kaimoeddin alias Derik, adalah dua nama yang disebut-sebut hampir pasti menggunakan pintu Golkar dalam pertarungan Pilwali Kendari 2017.Sementara ADP juga sudah hampir pasti diusung oleh PAN, yang kabarnya akan berpasangan kembali dengan kandidat dari PKS, Sulkarnain. Sedangkan Abdul Rasak, masih mencoba berbagai pendekatan pada sejumlah partai termasuk partainya sendiri, PAN.Kehadiran nama ADP dan Abdul Rasak di daftar Golkar, disinyalir sebagai upaya politik partai berlambang pohon beringin itu untuk tidak ingin kehilangan di momentum Pilkada. Mengingat dua nama tersebut telah memiliki elektabilitas dan basis massa, sehingga kemungkinan terpilihnya cukup besar. Apalagi partai ini dikenal tidak ingin jauh dari kekuasaan. Hal inilah yang mempengaruhi integritas partai tersebut.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.