Lantik Pengurus Baru, IDI Sultra akan Dukung Program Sultra Sehat 2023

SULTRAKINI.COM: Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2019-2022 dilantik di Kota Kendari, Sabtu (14/12/2019). Sekda Provinsi Sultra, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, menaruh harapan agar pengurus IDI bisa mendukung dimensi sistem pelayanan kesehatan di “Bumi Anoa”.

Penetapan kepengurusan IDI Sultra 2019-2022 berdasarkan hasil musyawarah wilayah (Muswil) ke IX pada September 2019, dimana menetapkan dr. La Ode Rabiul Awal sebagai Ketua IDI Sultra menggantikan dr. Junuda RAF periode 2016-2019.

Pj Sekda provinsi, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, mengatakan sebagai ujung tombak kesehatan, seorang dokter akan mempengaruhi aspek pembangunan secara universal, salah satunya adalah ‘Sultra Sehat’ dan untuk mendukungsistem pelayanan kesehatan lainnya.

“Dengan segenap hati Pemerintah Provinsi mendukung profesi IDI, selamat kepada pengurus yang baru dilantik semoga dapat amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai wadah untuk menyuarakan aspirasi para dokter demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IDI wilayah Sultra periode 2019-2022, dr. Rabiul Awal, menerangkan salah satu visi IDI Sultra di masa kepemimpinannya adalah membangun sinergitas dengan pihak Pemerintah Provinsi serta stakeholder khususnya di bidang kesehatan, termasuk kepada masyarakat.

gemilang simpeda bank sultra

“Intinya, kita sinergitas mendukung program pemerintah daerah, yakni mewujudkan Sultra Sehat 2023. Selanjutnya memastikan dokter di Sultra dalam bekerja menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” terangnya.

(Baca juga: AMAN Sinkronkan Program Prioritas dengan Pemprov Sultra, Intip Janji Politiknya)

Rabiul Awal juga mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk melakukan penyederhanaan aturan mengenai sistem kesehatan di Indonesia sehingga tidak tumpang tindih, serta menjadikan Sultra sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional IDI pada 2020.

“Jadi regulasi ini perlu segera direvisi supaya tidak berebutan profesi dengan teman sejawat. Terlalu banyak regulasi tumpang tindih. Selain direvisi perlu dilakukan penggabungan,” jelasnya.

Pelantikan pengurus IDI Sultra periode 2019-2022 ini dirangkaikan dengan seminar kesehatan.

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.