Lebaran Sebentar Lagi, Warga Kendari Wajib Baca Maklumat Pemkot

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pelaksanaan rangkaian Idul Fitri 1441 Hijriah di Kota Kendari disepakati di rumah saja. Terdapat empat maklumat dikeluarkan Pemkot Kendari usai menggelar rapat bersama Forkopimda serta Ormas Islam Kota Kendari yang diwakilkan oleh Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah.

Pertemuan di kediaman Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir pada Kamis, (14 Mei 2020), sebanyak empat maklumat dikeluarkan Pemkot dengan mencermati situasi terkini penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat. Berikut isi maklumatnya.

Pertama, kepada semua pengelola masjid dan Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) se-Kota Kendari, agar tidak menyelenggarakan pawai takbir dan tidak memfasilitasi penyelenggaraan salat Idul Fitri 1441 H/2020 M di masjid, musala, tanah lapang, dan sejenisnya sampai terbit keputusan pemerintah yang menyatakan keadaan aman.

Kedua, bagi umat Islam yang menyelenggarakan salat Idul Fitri diimbau melaksanakannya bersama anggota keluarga di rumah masing-masing sesuai tuntunan pelaksanaan salat yang dikeluarkan oleh MUI.

(Baca juga: Masih Covid-19, Salat Idul Fitri di Rumah Saja Bersama Keluarga Inti)

Ketiga, kegiatan seremonial, open house, halal bi halal, dan ziarah ke taman pemakaman umum ditiadakan. Sedangkan kegiatan silaturahmi antarkeluarga dapat dilakukan melalui media sosial, videocall, teleconferensi atau dapat dilakukan secara terbatas mengikuti protokol kesehatan dalam rangka penyebaran virus.

Keempat, pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dilakukan oleh Baznas maupun amil zakat masjid dengan menghindari kerumunan massa atau dengan cara mengantarkan langsung ke rumah para penerima zakat.

Berdasarkan data gugus tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara per 15 Mei 2020 pukul 09.00 Wita, Kota Kendari merupakan zona merah Covid-19. Ibu kota provinsi ini tercatat memiliki 85 orang tanpa gejala (OTG), satu orang dalam pemantauan (ODP), sembilan pasien dalam pengawasan (PDP), dan 48 orang terkonfirmasi positif corona (35 orang masih dirawat, 10 orang sembuh, dan tiga meninggal).

Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.