SULTRAKINI.COM: KENDARI - Aktivitas karyawan PT Virtue Dragon di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, kini kembali normal pasca ledakan dua buah sumbu produksi ore pada Jumat, 13 Oktober 2017. Sementara itu, satu korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat dampak ledakan tersebut, kini berangsur membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter.

Ledakan PT Virtue Dragon, HRD: Tidak Ada Korban Jiwa
HRD PT Virtue Dragon A. Chairillah Wijdan (tengah). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Human Resources Development (HRD) PT Virtue Dragon, A. Chairillah Wijdan mengatakan ledakan dua buah sumbu tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita yang diakibatkan adanya sumbatan pada katub saluran nikel yang disebut dengan ESP.

"Ledakan itu terjadi dua kali, pada hari pertama tidak ada korban karena tidak ada karyawan yang beraktivitas. Namun pada ledakan kedua, 11 orang jadi korban dan mengalami sesak nafas karena saat itu karyawan sedang bekerja,"ujar Chairrilah, Minggu (15/10/2017).

Sehubungan karyawan yang menjadi korban, dijelaskannya bukan disebabkan oleh kelalaian kerja, namun persoalan teknis mesin yang mengalami tekanan tinggi ketika penyaluran partikel nikel pada sumbu ESP. Para orang korban pun telah menjalani perawatan dengan biaya dari BPJS.

Sebelumnya diketahui, dua buah sumbu penyaring filter partikel Nikel milik PT Virtue Dragon Morosi, meledak.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun 11 orang karyawan mengalami sesak nafas dari insiden ledakan tersebut, satu orang dilarikan ke rumah sakit.

Akibat dari insiden ledakan tersebut, PT Virtue Dragon mengalami kerugian materil. Namun belum menjalaskan secara rinci kerugian perusahaan.


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations