Lepas Kontrol, Bensin di APMS Langka Sementara Pengecer "Mengalir"

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Bahan Bakar Minyak jenis Premium sebulan terakhir ini masih langka di dua APMS yang ada pulau Wangiwangi Kabupaten Wakatobi. Sementara stok BBM jenis premium di pengecer sudah normal.

Pengamatan SULTRAKINI.COM, sejak sebulan lalu BBM jenis Pertamax saja yang selalu dijual di APMS. Sedangkan jenis Premium jarang dijual untuk pengendara. Diduga para pengusaha APMS ini sengaja menjual BBM jenis Premium kepada pengecer untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

“Saya sangat heran, setiap saya mau pergi mengisi bensin di APMS, salalu habis. Yang ada hanya Pertamax, padahal yang jual bensin di pengecer sangat banyak. Kenapa di APMS bisa langka padahal pengecer ini membeli di APMS,” ujar La Aji, salah seorang pengendara roda dua, Kamis (18/2/2016).

Dia menduga, pihak APMS sengaja mementingkan pengecer karena keuntungannya lebih besar jika dijual ke pengecer dibandingkan kepada para pengendara.

Hal tersebut juga diakui Kabid Pertambangan dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Wakatobi, Abdul Kadir. Ia menduga pihak APMS telah menyalahgunakan wewenangnya, sebab dengan stok BBM jenis Premium sebanyak 255 ton per bulan untuk kebutuhan masyarakat di ibukota Kabupaten Wakatobi ini, dianggap sudah lebih dari cukup.

BBM jenis Premium tersebut dibagi kepada APMS milik Naane yang terletak di Kecamatan Wangiwangi Selatan sebanyak 200 ton, serta di APMS milik H. Anis yang terletak di Kecamatan Wangiwangi sebanyak 55 ton per bulan.

Berdasarkan aturannya, kata Abdul Kadir, pihak APMS seharusnya mengutamakan para pengendara yang hendak mengantri di APMS dibandingkan menjual kepada para pengecer atau yang membawa jerigen.

“Seharusnya pihak APMS ini mengutamakan pengendara dibandingkan menjual ke pengecer, mereka bisa jual di pengecer kecuali kebutuhan pengendara sudah cukup,” ucap Abdul Kadir.

Sayangnya para pemilik APMS saat akan dikonfirmasi mereka tidak berada di kantornya. Hal ini juga luput dari pantauan pihak kepolisian maupun Distamben setempat sebagai instansi terkait.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.